Semoga Ada Berkah Di Balik Sebuah Musibah

Pada Selasa, 15 November malam lalu saya mendapat pesan whatsapp dari kembaran saya. Dia memberitahu bahwa dari berita yang ia baca, Irfan Bachdim akan absen memperkuat Indonesia di piala AFF 2016, setelah ditekel Hansamu Yama Pranata dalam sesi latihan pagi dalam persiapan menjelang pertandingan pertama melawan Thailand, Sabtu 19 November nanti. Ia diperkirakan harus absen sekitar 2 bulan, sehingga otomatis namanya dari skuad akan dicoret. Media sosial maupun situs-situs sepakbola pun turut mengkonfirmasi berita tersebut. Spontan saja saya langsung bereaksi membalas pesan kembaran saya itu.“D**n you, Hansamu!! Mikir apa sih, latihan aja sampe nyelakain temen, mana yang jago lagi yang cedera.”*

Kira-kira begitu reaksi saya. Kesal? Oh jelas. Sederhananya, catatan 3 gol dan 1 assist dalam 3 pertandingan uji coba menjelang piala AFF sudah cukup membuktikan bahwa kita sangat bisa mengandalkan Irfan di turnamen sepakbola terbesar se-ASEAN itu, meski secara kolektif permainan timnas kita saat ini masih belum memuaskan. Peran dan kemampuannya sangat vital dalam strategi yang dijalankan pelatih Alfred Riedl. Apalagi selain Boaz Solossa, tidak ada satupun penyerang Indonesia yang berhasil mencetak gol selama 4 pertandingan terakhir yang dijalani skuad Merah-Putih. Kejadian ini tentu memunculkan pihak-pihak yang pesimis, skeptis, ragu, atau apapun istilahnya tentang peluang timnas di piala AFF kali ini. Apakah Indonesia bisa menjalani turnamen piala AFF dengan maksimal tanpa bantuan Irfan? Apalagi ia cedera di waktu yang sangat mepet sekali dengan pertandingan perdana.

Musibah ini tentu membuat Pak Riedl pusing. Strategi mungkin akan berubah, mungkin saja tidak. Yang jelas, tanpa Irfan gaya permainan timnas tentu tidak akan sama lagi. Penggantinya sudah pasti memiliki karakter permainan yang berbeda. Saya tidak mau membahas akan seperti apa strategi timnas pasca cederanya Irfan, apakah akan tetap bermain dengan formasi 4-4-2, bermain dengan striker tunggal, atau yang lainnya. Hal ini sudah bisa dicari di situs-situs analisis sepakbola. Mereka pasti mengerjakan itu. Lagipula, kita bisa tahu nanti saat melihat susunan starting line-up saat melawan Thailand, seperti apa perubahan yang dibuat oleh Pak Riedl.

hansamu-yama-pranata-timnas-u19
Tenang, dek. Kamu ga salah kok. Tapi nanti jangan biarin Teerasil Dangda golin ya. (foto:http://banjarmasin.tribunnews.com)

Dalam artikel sederhana ini saya hanya ingin membuat diri saya, dan mungkin yang lain, untuk tetap optimis dengan peluang timnas. Bisa jadi, hal ini bisa dijadikan kesempatan untuk Pak Riedl mengotak-atik cara bermain timnas menjadi lebih baik, tidak itu-itu saja, meskipun waktu sudah menipis. Bisa jadi Indonesia memainkan strategi baru yang tidak diperkirakan oleh lawan-lawannya. Bisa jadi ini kesempatan untuk pemain-pemain depan lainnya seperti Lerby Eliandry dan Ferdinand Sinaga menunjukkan kemampuan mereka, yang mungkin selama ini kurang terlihat karena timnas kita terlalu mengandalkan Irfan. Muchlis Hadi Ning yang dipanggil mengantikan Irfan pun mungkin bisa memberikan variasi baru dalam strategi Pak Riedl.

Lagipula, menurut Andrea Pirlo dalam bukunya, ‘I Think, Therefore I Play’, musibah yang terjadi bisa saja membawa pelajaran baru, bahkan berkah baru untuk kebesaran sebuah tim. Sebuah tim tidak akan menjadi besar tanpa ada rintangan yang menghadang (ini kok kaya lirik lagu ya?). Sebuah tim yang sukses pasti pernah merasakan yang namanya kalah, dipecundangi, ataupun dipermalukan. Yang penting adalah tidak menyerah.

Lihat saja timnas Belanda pada piala dunia 2014. Kevin Strootman yang sangat vital dalam permainan Belanda asuhan Louis Van Gaal dan hampir selalu dimainkan selama kualifikasi, mengalami cedera ligamen lutut pada 9 Maret 2014 yang bukan saja mengubur mimpinya bermain di piala dunia, bahkan membuatnya sering absen selama periode 2014-2016. Baru musim 2016-17 ini Strootman mulai rutin bermain kembali. Absennya ia membuat Opa Van Gaal membuat perubahan strategi. Ia tidak meminta pemain lain memainkan perannya, karena baginya tidak ada yang bisa menggantikan peran Strootman. Singkat cerita, strategi yang dipakai Van Gaal selama Piala Dunia hanya tidak berhasil saat di semifinal, dan pada akhirnya mereka meraih medali perunggu setelah menghempaskan Brazil di perebutan tempat ketiga.

Lebih fantastis lagi, lihat timnas Jerman pada kejuaraan yang sama. Marco Reus, salah satu andalan mereka saat itu mengalami cedera ligamen engkel saat uji coba melawan Armenia, beberapa hari menjelang piala dunia bergulir. Ia tidak bisa melanjutkan pertandingan dan divonis tidak bisa tampil di Brazil karena waktu pemulihan yang lama. Joachim Loew akhirnya malah memanggil  Shkodran Mustafi yang berposisi sebagai bek tengah. Loew lebih memilih memperkokoh pertahanan karena ia masih punya segudang pemain tengah saat itu (striker murni yang dibawa hanya Miroslav Klose). Hasilnya? Jumlah bintang di lambang kesebelasan timnas Jerman jumlahnya sekarang 4, setelah selama 24 tahun puas memakai 3 bintang.

Saya hanya mau menekankan bahwa jika Reus ada di dalam skuad, kondisinya bisa saja berbeda, bisa saja tetap sama. Kita tidak pernah tahu, karena faktanya Jerman juara piala dunia 2014 tanpa Reus di dalam skuad. Itu artinya, adanya Irfan juga tidak menjamin Indonesia juara piala AFF. Tapi mungkin saja absennya Irfan justru memicu semangat rekan-rekannya di timnas untuk bermain maksimal, demi membawa pulang piala AFF pertama kali ke Indonesia, demi memuaskan dahaga gelar yang sudah lama dinanti warga Indonesia, juga demi Irfan yang sudah berjuang maksimal sebelum cedera menghambatnya. Irfan sendiri dalam akun instagramnya sudah memotivasi rekan-rekannya agar tetap berjuang pantang menyerah. Jika memang nanti Indonesia bisa menjuarai piala AFF (kita doakan saja), harga yang harus dibayar memang mahal (absennya Irfan), namun hasilnya layak dan membuat seluruh rakyat Indonesia bangga secara keseluruhan, dan pastinya membuat Irfan Bachdim sendiri bangga. Semoga saja ada berkah yang bisa didapat timnas Indonesia dari musibah cedera ini.

*(maaf ya dek Hansamu, saya tahu kamu tidak sengaja, namanya juga main bola, wajar kalo keras. Ini hanya emosi spontan yang keluar tak terkontrol, hehe. Semoga musibah ini bisa ditebus dengan bermain baik saat di turnamen nanti. Sukses selalu untuk anda. Tidak lupa juga, cepat sembuh buat Irfan Bachdim ).

Tulisan ini dibuat untuk menyemangati Timnas Indonesia dalam menghadapi piala AFF 2016. 

 

Featured Image : juara.net

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s