Bayern (Akan) Punya Saingan

Pernahkah anda terpikir bahwa Bayern München akan menjadi nomor satu di Bundesliga sampai akhir zaman?

Saya pernah membuat tulisan sederhana tentang bagaimana rivalitas Borussia Dortmund dan Bayern München di Bundesliga dan dimuat di sebuah situs sepakbola. Kesimpulan saya dalam tulisan tersebut adalah bahwa Bayern akan sulit untuk dihadang dalam beberapa tahun kedepan. Dari teknis, prestasi hingga sisi finansial, mereka diatas siapapun di Bundesliga saat ini.

Kemapanan mereka menjadi daya tarik sendiri untuk pemain-pemain bintang, khususnya di Bundesliga. Dengan mudahnya mereka menggaet pemain-pemain bintang dari sesama klub Bundesliga (termasuk Dortmund), ‘memperlemah’ saingan mereka secara terang-terangan. Timnas Jerman saat menjuarai Piala Dunia 2014 pun kerangkanya dibuat dari para pemain Bayern. Sebanyak 7 pemain memperkuat Bayern saat itu, dan mereka bukanlah sekedar pemain penghangat bangku cadangan. Jadi pemain inti atau substitusi, peran mereka vital untuk tim. Ini tentu menandakan kualitas mereka sebagai raksasa Jerman sekaligus Eropa.

Bahkan jika kita hanya melihat Bundesliga saja dalam 2 dekade terakhir, tanpa menghitung gelar DFB Pokal dan kompetisi antarklub Eropa, Dortmund hanya 3 kali meraih gelar Bundesliga, sementara Bayern 13 kali. 4 gelar sisanya dibagi rata oleh Kaiserslautern (1998), Werder Bremen (2004), Vfb Stuttgart (2007), dan Vfl Wolfsburg (2009). Rivalitas apanya. Itu mah anggep aja lagi balapan sepeda, terus Bayern tergelincir sedikit, terus 5 tim tadi menang 1 etape. Tapi juara umum balapannya tetap Bayern.

Jika anda sudah membuka tautan di paragraf pertama, anda tahu artikel yang saya buat tertanggal 8 Juni 2016. Dunia bisa berubah cepat. Bundesliga pun demikian. Jika anda membaca klasemen sementara Bundesliga 2016/2017 saat ini dan melihat siapa yang duduk di posisi pertama, anda tentu tahu apa yang saya maksud.

Yes, there’s new player in town. RasenBallsport (Baca: Red Bull) Leipzig, sebuah klub dari timur Jerman dengan sokongan investasi dari perusahaan minuman berenergi Red Bull menurut saya adalah calon pesaing Bayern yang sesungguhnya. 11 pertandingan Bundesliga musim ini berjalan, tidak sekalipun mereka kalah. Hasil 8 kemenangan dan 3 kali seri merupakan prestasi, bahkan sejarah tersendiri untuk tim yang baru saja promosi ke Bundesliga musim ini.

Jika kita perhatikan, sejak lama mereka sudah memberikan sinyal bahwa mereka bukan sekedar ‘tim promosi’. Dengan sokongan dana dari perusahaan sekelas Red Bull, sudah jelas mereka tidak berniat menjadi tim yo-yo. Mereka tidak berniat menjadi seperti Queens Park Rangers. Mereka hendak meniru Manchester City, Paris Saint-Germain, dan Chelsea. Kokoh di atas, kalau perlu jadi tirani. Hanya saja dulu mereka masih belum banyak tersorot media dan pengamat sepakbola. Ketika kini mereka ada di kasta teratas liga Jerman, barulah orang-orang mulai memperhatikan.

1110749_imgw968
Bayern? Siapa takut! (sumber foto: http://www.bundesliga.com)

Saya tidak mau membahas tentang klub yang baru berumur 7 tahun ini. Mulai dari profil mereka, komposisi pemain, gaya main hingga bagaimana mereka dianggap ‘mengakali’ aturan 50+1 yang berlaku di Bundesliga bisa kalian temui di internet. Banyak yang sudah membahas.

Tapi kelihatannya seru jika melihat kemungkinan Leipzig akan mengguncang dinasti Bayern. Sejauh ini mereka sudah berhasil mengalahkan Dortmund, Bayer Leverkusen, serta menahan seri Borussia Mönchengladbach, tiga tim papan atas Bundesliga saat ini. Tentu bukan kebetulan. Ini memang masih tengah musim, tapi kiprah mereka tetap merupakan ancaman bagi tim-tim lain. Thomas Tuchel, pelatih Dortmund, bahkan sampai memuji mereka dengan mengatakan bahwa Leipzig bisa mengulang kisah dongeng Leicester City musim lalu. Perkataan Herr Tuchel ini membuat saya berpikir. Dongeng? Leicester City? Bukan, bukan. Mereka bukan ingin seperti Leicester. Mereka bukan ingin jadi tim yang hanya jadi juara liga sekali saja sudah bahagia banget. Mental seperti itu tentu bukan yang mereka inginkan. Mereka tidak mau menjadi tim yang tidak bisa memutuskan dengan bijak siapa yang harus dijual, N’Golo Kante atau Jamie Vardy.

Mereka menargetkan diri menjadi tim besar di Bundesliga dalam kurun 10 tahun, sedangkan mereka sudah menembus Bundesliga ‘hanya’ dalam 7 tahun saja. Dari divisi 5 liga Jerman lho. Leicester saja ‘hanya’ dari Divisi Championship (kasta ke-2 di kompetisi sepakbola Inggris). Mereka memilih Ralf Rangnick sebagai Direktor Olahraga tentu melihat kemampuan orang ini yang sudah berpengalaman di Bundesliga sejak 1999. Bahkan Leipzig bukanlah klub pertama yang ia bawa promosi.

Selain itu, kebijakan klub yang hanya mau merekrut para pemain dibawah 24 tahun tentu bukan saja berdasarkan kebanyakan pemain seumuran mereka harganya masih relatif murah (kecuali Paul Pogba), melainkan mereka juga bisa membangun fondasi tim yang kuat, yang tahan bertahun-tahun tanpa digerogoti klub-klub kapitalis lain. Mereka tentu tidak mau berakhir seperti Ajax Amsterdam. Merekrut sejak usia muda, namun bukan berarti mereka tidak bisa tahan lama sampai umur 30 tahun kan? Kalau memang kualitasnya masih bagus sampai seumur itu, kenapa tidak dipertahankan? Timnas Jerman sendiri sudah membuktikan bahwa fondasi tim yang kokoh yang sudah lama bermain bersama-sama dan regenerasi yang berkala dan tidak tersendat berhasil membuat mereka terus di level atas persaingan di Eropa dan dunia (sejak 2002 hanya sekali mereka tidak lolos fase grup sebuah kejuaraan, yakni Euro 2004. Sisanya? Minimal tembus semifinal.)

Selain itu, kemampuan finansial mereka tentu mampu menahan pemain-pemain bagus milik mereka bertahan lama. Dari sektor manajemen, ini sudah tidak perlu diragukan. Red Bull sudah berpengalaman dalam mengelola banyak klub olahraga. Leipzig bukan satu-satunya klub yang mereka miliki. Level kompetisi Bundesliga yang jauh lebih baik dari Eredivisie tentu juga berperan dalam menarik minat pemain-pemain hebat untuk bergabung dengan mereka. Singkatnya, visi mereka mau jadi tim besar, mau jadi tim seperti Bayern. Bertahan di papan atas Bundesliga selama-lamanya, sampai kiamat.

Saya tidak begitu berharap mereka langsung menjadi juara di musim pertama. Toh Chelsea, City dan PSG juga tidak langsung menguasai liga setelah mereka diakuisisi oleh taipan kaya raya. Tapi dengan potensi yang mereka seperti sekarang ini, saya cukup yakin kalau mereka akan terus berkembang. Sampai akhirnya Bayern pun nantinya bisa saja terlewati. Kalau sudah begini, baru Bayern (akan) punya rival yang seimbang. Sama kuatnya, sama kayanya. Jürgen Klopp sendiri masih menganggap Dortmund-lah rival Bayern. Namun, sebagai legenda di Dortmund, boleh saja ia berkata demikian. Meski menurut saya ia tahu, Leipzig ini sedang tidak main-main dengan ambisi mereka. Yah, kita lihat saja beberapa tahun mendatang, toh ini prediksi jangka panjang, hehe.

Featured Image : http://www.skysports.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s