Cara Baru Bermain Sepakbola

Setiap akhir pekan, biasanya kita para penggemar sepakbola selalu disuguhkan banyak pertandingan sepakbola di televisi. Mulai dari liga-liga di daratan Eropa seperti Premier League, Bundesliga, ataupun La Liga, hingga liga lokal seperti Indonesia Soccer Championship (ISC). Pada kompetisi profesional seperti ini, permainan tentu dimainkan dengan mengikuti standar peraturan FIFA. Mulai dari yang kompleks seperti peraturan pertandingan hingga yang sederhana seperti jumlah pemain, kostum tim, sepatu yang digunakan, dan standar lapangan permainan.

Khusus untuk lapangan, sekarang ini di Indonesia tidak banyak lapangan sepakbola yang kita temui yang sesuai dengan standar peraturan FIFA selain stadion-stadion yang digunakan oleh klub-klub professional, apalagi di kota-kota yang sedang banyak pembangunan. Aspek olahraga seperti ini terkadang terabaikan. Kalaupun ada, harga sewanya pasti lumayan. Lagipula, kalau memang hanya untuk bersenang-senang, kita tidak perlu bermain bola di lapangan yang besar kan? Kita bisa bermain di lapangan dekat rumah yang besarnya tidak seberapa, namun bisa menampung cukup orang untuk berebut bola dan memasukkannya ke gawang. Selama lapangannya datar, mau ada rumput atau tidak, itu tak jadi soal. Yang penting keinginan bermain sepakbola terpenuhi. Apalagi jika kita bermain bersama teman-teman sendiri atau bahkan sampai memasang taruhan (jangan ditiru), tentu permainan akan semakin seru.

Tapi ternyata, ada juga yang merasa hal itu tidak cukup. Sebagian orang merasa hal tersebut sudah biasa. Bermain sepakbola konvensional kurang menantang lagi kata mereka. Bisa jadi mereka sedang bosan dan butuh sesuatu yang baru. Jadi mereka yang sedang butuh hiburan ini berusaha mencari inovasi dalam bermain sepakbola agar semakin menyenangkan. Inovasi baru ini pun bisa kita praktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Meski memang ada beberapa hal yang harus disiapkan terlebih dahulu untuk bermain sepakbola yang tidak biasa ini. Berikut ini adalah sedikit contohnya.

a. Bermain sepakbola di lapangan miring

Yap, kita memainkan sepakbola ini di lapangan dengan kemiringan yang curam, mungkin 30-45 derajat. Ini adalah tantangan tersendiri, karena kita harus menggiring bola sembari mengatur keseimbangan kita berdiri di kemiringan. Hal ini harus dilakukan dengan hati-hati, karena jatuh sedikit saja kita akan terguling-guling ke bawah. Mengoper bola pun, terutama jika kita ingin mengoper rekan kita yang berdiri di sisi lapangan yang lebih tinggi dari kita, harus dengan sekuat tenaga, karena bisa saja bolanya kembali lagi ke arah kita.

mercedes-benz-alpine-soccer-fischer-appelt-5-wewewedotthestabledotcomdotau
Mereka bilang, sepakbola lapangan datar cuma untuk orang cupu! (Foto: http://www.thestable.com.au)

Bermain sepakbola dengan cara ini tentu menimbulkan keasyikan tersendiri, karena bisa dipastikan bahwa jatuh terperosok ke bawah merupakan peristiwa yang akan sering kita jumpai. Mungkin beberapa dari kita akan melakukannya dengan sengaja, baik saat menangkap bola (untuk kiper), melakukan sliding tackle pada lawan, ataupun saat merayakan gol.

Tempat yang asyik untuk sepak bola seperti ini biasanya di pantai yang sedikit curam ataupun wilayah perbukitan atau pegunungan. Seperti halnya yang dilakukan oleh beberapa warga Austria yang tinggal di kaki gunung Alpen ini.

Namun, jangan lupa untuk membawa perlengkapan P3K karena sepakbola di lapangan seperti ini tentu rawan cedera dan luka. Sepakbola ini juga tidak begitu dianjurkan untuk anak kecil, kecuali dengan pengawasan orang dewasa tentunya. Oh ya, siapkan juga bola lebih dari satu. Jadi bila bolanya jatuh (terseret ombak misalnya, atau bergulir sampai jauh ke bawah dan butuh waktu untuk mengambilnya), permainan bisa dilanjutkan tanpa terganggu. Biarkan teman yang sedang tidak bermain untuk mengambilnya, kalau memang mereka mau dan kondisinya memungkinkan. Jika tidak, ya relakan sajalah.

b. Bermain sepakbola di bawah air (underwater football)

Ini lebih beda lagi. Memainkan sepakbola di bawah air tentu punya kesulitan tersendiri. Tidak mudah untuk menggiring bola di dalam air. Selain itu setiap pemain harus dilengkapi dengan tabung oksigen untuk bernapas. Hal yang tidak murah dan mudah untuk disiapkan tentunya. Bola yang dipakai pun juga tidak sama seperti yang digunakan saat bermain bola di darat. Bola tersebut harus bisa tenggelam di dalam air. Selain itu pemain-pemainnya pun harus memahami dasar-dasar menyelam yang baik lebih dulu, karena sepakbola ini bisa dibilang menyatukan dua olahraga, sepakbola dan selam.

Namun bermain sepakbola dibawah air juga menyajikan keseruan tersendiri. Bayangkan saja, bagaimana susahnya menendang, merebut ataupun mengontrol bola, hingga bagaimana kesalnya melihat begitu susah bola bergulir.

FOREIGN201407151500000408227221807 httpspanishdotpeopledailydotcomdotcn.jpg
Sesekali bermain bola bersama ikan-ikan seru juga. (Foto: http://spanish.peopledaily.com.cn)

Selain itu, bermain sepakbola di dalam air juga punya kelebihan. Badan kita tidak akan merasa sakit karena terjatuh ketika ditekel lawan (siapa yang mau menekel di dalam air?). Kita juga bisa melakukan gerakan atau teknik yang ketika di darat tidak mudah dilakukan, seperti juggling, cuauhteminha, flying header seperti yang dilakukan Robin Van Persie di Piala Dunia 2014 saat melawan Spanyol, membawa bola dengan menggunakan kepala, ataupun tendangan salto (ini cukup sulit sih meskipun sudah di dalam air).

Bermain sepakbola di bawah air bisa dilakukan di kolam renang yang cukup dalam ataupun di dalam akuarium raksasa. Mengingat persiapan yang dibutuhkan untuk menyelam tidaklah mudah, permainan ini hanya diperbolehkan untuk mereka yang sudah cukup umur untuk menyelam. Pengawasan juga harus dilakukan dengan cermat. Jangan lupa juga untuk menyediakan persediaan oksigen yang cukup.

c. Bermain sepakbola di air (water football)

Bedanya apa dengan poin b di atas? Sederhana saja, bermain sepakbola di air ini tidak ubahnya bermain sepakbola di lapangan rumput. Hanya saja media yang digunakan sebagai lapangan sepakbola adalah kolam karet berukuran besar dan diisi oleh air. Atau kita bisa juga memakai kolam renang. Ketinggian maksimal air yang dibutuhkan cukup setinggi tumit kaki.

2014-06-14-316-church-water-soccer-0018 www316-churchcom.jpg
Lebih suka nendang bola atau air? (Foto: http://www.316-church.com)

Keseruan bermain water football ini tentunya tidak lepas dari media bermainnya. Jika bola yang dipakai sama jenisnya dengan yang bisa dipakai saat di lapangan rumput, bisa diastikan bolanya akan mengambang di air. Jadi, setiap kita menggiring bola, bisa dipastikan kita juga ikut menendang air. Kita juga bisa mengganggu pergerakan lawan kita dengan menendang air ke arahnya. Selain itu, bisa dipastikan beberapa orang akan dengan sengaja jatuh di air, baik memang untuk menghalau lawan, menghambat laju bola, atau memang senang main basah-basahan. Untung saja, jatuh di air tidak akan sesakit saat jatuh di lapangan rumput. Siapkan baju ganti ya, karena keluar dari kolam dengan kondisi kering adalah sebuah kemustahilan.

d. Pig League

Ini sih sudah tidak perlu ditanya keasyikannya, apalagi diragukan. Ini hanyalah sepakbola konvensional biasa namun dimainkan saat hujan. Hampir setiap anak laki-laki yang menyukai sepakbola pasti pernah melakukannya, terutama saat kecil. Saat kecil dulu saya dan teman-teman menyebutnya ‘Liga Babi’, merujuk pada kebiasaan hewan ini yang suka bermain di lumpur. Untuk orang-orang yang menyukai sepak bola jenis ini, musim hujan tentu adalah anugerah. Lapangan yang rumputnya sedikit gundul tentu menyenangkan. Saat pertandingan berskala FIFA akan dihentikan sejenak jika hujan semakin deras, justru itu berarti lapangan untuk bermain semakin asyik buat kita. Banyaknya kubangan air di beberapa sisi lapangan akan menjadi ajang pertempuran untuk merebut bola. Kecepatan bergulirnya bola mungkin akan terganggu, tapi itu tak akan mengurangi keasyikan bermain sepakbola.

wet_soccer2-switzerland-tasis-com
Tunggu sampai kamu pulang dan bertemu ibumu, niscaya senyum itu akan hilang. (Foto: switzerland.tasis.com)

Sama dengan water football, kita tentu akan bermain basah-basahan. Bedanya adalah kita tidak mungkin keluar lapangan dengan kondisi bersih. Permainan ini sangat tidak dianjurkan untuk kalian yang sedang sakit, karena dijamin sakitnya bisa tambah parah.

Itu hanyalah sedikit contoh, seperti yang sudah saya katakan di awal tulisan. Masih banyak cara agar permainan sepakbola menjadi seru. Namun begitu, bisa dipastikan bahwa sebosan-bosannya kita dengan sepakbola konvensional, kita tidak akan serta merta meninggalkannya. Permainan ini terlalu seru untuk ditinggalkan. Anggap saja sepakbola non-konvensional ini sekedar mencoba pengalaman baru. Ibarat liburan, mengisi waktu dengan keseruan sebelum kembali ke rutinitas.

Featured Image : www.pkfoot.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s