Kami Sudah, Sekarang Giliran Kalian

Tanggal 3 Desember 2016 bisa berarti berbeda bagi masing-masing orang. Mungkin tanggal ini hanyalah hari biasa buat sebagian orang. Namun, bagi kami pecinta timnas Indonesia khususnya, dan masyarakat Indonesia pada umumnya, ini adalah hari spesial. Timnas kita ada di babak semifinal Piala AFF 2016, dan akan bertanding melawan Vietnam hari ini. Ini adalah pertandingan besar yang kembali dilakukan timnas kita setelah PSSI ‘dicairkan’ pada pertengahan tahun ini. Meski hanya selevel Asia Tenggara, tentu animo kita tetap besar. Tak masalah saat ini kita belum ada apa-apanya di Asia, apalagi dunia. Toh semua perjalanan besar dimulai dari meraih hal-hal kecil dulu bukan?

Saat timnas kita berhasil masuk semifinal, itu artinya akan ada pertandingan kandang, di sini, di Indonesia. Semua suporter timnas, baik yang sudah sering menonton di stadion ataupun yang belum pernah, semuanya langsung mencari tahu lokasi kandang timnas pada semifinal nanti. Semua ingin menonton langsung perjuangan timnas kita. Pertandingan ini memang ‘hanya’ semifinal, namun kami semua tahu bahwa timnas memerlukan dukungan luar biasa agar bisa melaju ke final. Kesempatan memberikan dukungan itu sekarang terbuka lebar, saat timnas bermain di kandang sendiri.

Stadion Pakansari di Kabupaten Bogor sudah dipilih, alokasi 27 ribu tiket untuk suporter timnas sudah ditetapkan. Jumlah itu memang terlalu kecil jika dibandingkan dengan stadion Gelora Bung Karno (GBK), sementara jumlah suporter timnas yang ingin menonton langsung tak lebih kecil dari kapasitas stadion GBK. Artinya, pasti ada yang ‘terpaksa’ mengalah dan akhirnya menonton di rumah.

Perjuangan suporter timnas untuk menonton langsung di Pakansari tidak main-main. Puluhan ribu orang rela berjam-jam duduk menghabiskan waktunya di balik layar komputer mereka, berulang kali me-refresh situs Kiostix hanya untuk login, memilih jumlah tiket yang ingin dibeli, bahkan untuk sekedar memilih metode pembayaran (sebelum akhirnya semua memakai kartu kredit). Pembelian tiket secara online ini benar-benar ujian untuk kami, para suporter timnas. Pantat dan punggung sampai pegal, kepala sampai pusing, bahkan emosi pun terkuras. Keluhan sampai sumpah serapah semuanya ditumpahkan. Belum lagi nanti harus menukar e-voucher di Kiostix FX Sudirman agar bisa mendapatkan tiket asli. Tapi asal tiket terbeli, perjuangan ini bukanlah apa-apa.

Untitled.png
Gambar ini adalah salah satu momok menakutkan bagi kami yang membeli tiket timnas secara online. Kembali kesini berarti level kesabaran harus ditingkatkan perlahan. (Foto: Kiostix.com)

Tidak semuanya berhasil membeli tiket semifinal secara online. Jangan lupakan juga ribuan orang yang rela mengantri sejak kamis tengah malam di depan loket pembelian di stadion GBK untuk membeli tiket secara manual. Mereka sampai ada yang izin terlambat kerja, bahkan izin tidak masuk kerja. Antrean mereka sangat panjang. Sebagian besar dari mereka pun akhirnya harus rela tidak kebagian tiket karena kuota yang sudah habis lebih dulu sebelum tiba giliran mereka. Terlepas ada oknum yang ‘bermain’ atau tidak dalam penjualan tiket secara manual ini, mereka pun harus ikhlas tidak bisa menonton Boaz Solossa dan kawan-kawan secara langsung.

025713000_1480658278-20161202VYT_Antrian_Tiket_Semifinal_Piala_AFF_2.jpg
Biar rambut udah putih, semangat ngantri tiket timnas masih sama seperti jaman remaja dulu. (Foto: bola.com)

Perjuangan juga belum selesai sampai situ. Jika timnas sedang bermain, artinya suporter timnas tersebar mulai dari Sabang sampai Merauke. Begitu juga dengan yang menonton langsung di stadion. Mereka tidak hanya warga yang tinggal di Kabupaten Bogor. Mereka bahkan datang dari luar pulau Jawa. Setelah mengantre tiket ataupun menukarkan tiket di Jakarta, mereka harus berangkat lagi ke Bogor. Mulai dari membawa kendaraan pribadi sampai menggunakan transportasi umum, semuanya mereka lakukan demi mendukung perjuangan timnas melawan Vietnam nanti.

Mungkin semua hal ini terdengar biasa saja, tapi inilah perjuangan kami, para suporter timnas, agar bisa menyanyikan Indonesia Raya secara langsung di stadion Pakansari. Jangan lupakan juga jutaan suporter yang tidak bisa menonton langsung di stadion. Mereka bukannya tidak mau, tapi hanya belum punya kesempatan. Indonesia Raya tentu juga berkumandang di setiap rumah mereka, disetiap kafe yang menggelar acara nobar, di setiap poskamling komplek perumahan, disetiap warung-warung tenda, dan ragam tempat lainnya. Kami semua bernyanyi bersama kalian, para pasukan Garuda yang ada di lapangan. Kami semua suporter timnas, kami semua mendukung dan mendoakan timnas Indonesia bisa menjuarai Piala AFF 2016.

Tentu kami, terutama yang datang langsung ke stadion, ingin melihat kalian menang. Kami ke sana bukan hanya untuk wisata akhir pekan dan selfie di Pakansari. Tapi kalian pun juga ingin menang kan? Itulah alasan kalian berlatih keras, terus memperbaiki diri agar tidak lagi mengulang kesalahan yang sudah dilakukan di penyisihan grup. Kami tahu tuntutan kami bukanlah beban buat kalian, tapi motivasi yang berharga buat kalian. Kami juga yakin kalian pun berpikiran sama.

Sekarang giliran kalian yang berjuang. Kalian yang bisa mencetak gol, bukan kami. Kalian yang bisa menahan gempuran serangan Vietnam, bukan kami. Kami hanya bisa mendukung dari tribun stadion dan tempat-tempat lainnya. Semoga doa dan dukungan kami, serta doa dan usaha kalian bisa membawa kita memenangkan pertandingan semifinal ini, baik di kandang maupun tandang. Buat kami bangga pada kalian, dan terutama, buat kalian bangga pada diri kalian sendiri.

Selamat berjuang timnas, selamat menghantam Vietnam!

Featured Image : bola.okezone.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s