Prediksi Berbuah Lelucon

Sebagai manusia, tentu tidak ada yang sempurna. Kesalahan-kesalahan tentu akan dibuat oleh kita, termasuk para pelaku dunia sepakbola. Direksi klub bisa salah menjual pemain, menjadikan pemain tersebut bersinar di tempat lain. Manajer bisa salah menerapkan strategi, yang akhirnya berujung kekalahan. Pemain bisa salah mengambil keputusan ketika berpindah klub, mengakibatkan karirnya meredup. Rumah taruhan bisa salah memprediksi prestasi sebuah tim, yang mana mengakibatkan mereka rugi dalam jumlah yang besar. Analis bisa salah memprediksi jalannya pertandingan, dimana tim yang diunggulkan ternyata malah dibantai habis-habisan. Seorang jurnalis bisa salah memprediksi masa depan sebuah tim/pemain, yang mana akhirnya prestasi klub/pemain tersebut menjadi biasa-biasa saja.

Semua itu hanyalah bukti betapa prediksi manusia seringkali meleset. Statistik sepakbola saat ini merupakan salah satu ilmu yang diaplikasikan agar prediksi-prediksi ini mengarah ke arah yang tepat (prediksi menjadi kenyataan). Meski demikian, tidak ada jaminan bahwa statistik akan selalu benar, karena terkadang ada banyak faktor yang membuat statistik tidak lagi berlaku. Mulai dari cedera pemain, motivasi yang turun, perselisihan internal klub, atau memang prediksi tersebut terlalu berlebihan.

Bila berbicara mengenai prediksi sebuah pemain, sudah sering kita membaca atau mendengar berita di media cetak atau elektronik mengenai pemain-pemain berbakat yang diprediksi akan mencengangkan dunia. Maradona baru, Messi baru, Ronaldo (Cristiano, bukan yang asli) baru, dan yang baru-baru lainnya. Entah apa alasan media bisa mengatakan hal demikian. Mungkin mereka sudah melihat gaya main, teknik, dan bakat pemain-pemain muda potensial tersebut, sehingga mereka merasa di masa depan para pemain ini akan menjadi pemain kelas dunia yang terkenal dan berprestasi. Prediksi ini pun banyak didengar orang, karena ditulis oleh harian ternama. Apalagi jika prediksi tersebut ternyata diucapkan oleh orang terkenal dalam sepakbola, tentu akan lebih banyak menarik perhatian.

Namun yang seru (atau menyedihkan) adalah saat prediksi-prediksi ini menjadi meleset. Memang harus diakui, terkadang media suka berlebihan menilai sesuatu. Bisa jadi, prediksi ini salah karena tidak melalui penelitian yang mendalam, ada faktor lain seperti cedera yang menghambat karir pemain tersebut, pemain yang diberitakan tidak kuat menanggung beban disamakan dengan pemain bintang, atau memang tidak ada hal yang istimewa dari pemain tersebut.

Contoh seperti ini banyak terjadi, dan yang kita bahas di sini hanyalah beberapa prediksi yang dulu terlihat biasa saja, namun kini membuat kita tersenyum jika membacanya. Seperti yang dilakukan oleh harian ternama asal Inggris, Daily Mail. Pada tahun 2007 lalu, harian ini memuat prediksi siapa-siapa saja yang akan menjadi bintang tim nasional Inggris dan mengisi posisi starting eleven di Euro 2016. Padahal kala itu tuan rumah untuk Piala Eropa 2016 belum ditentukan (Prancis baru resmi ditunjuk pada tahun 2010), namun Daily Mail sudah lebih dulu memprediksikan masa depan para pemain muda Inggris. Jika mereka diprediksikan berhasil masuk tim inti Inggris, itu artinya mereka diprediksi mempunyai karir yang cemerlang, seperti John Terry, Frank Lampard, Wayne Rooney, David Beckham, dan Rio Ferdinand. Beginilah prediksi Daily Mail.

CkBW06cWYAAKjki.jpg
Pemain muda, penuh harapan. Harapan yang berlebihan, mungkin. (Foto: akun twitter @freebetscouk)

Setelah membaca ini, silahkan anda mencari tahu kabar mereka di google, atau mencari daftar skuad Inggris di Euro 2016 untuk sekedar menyamakan. Atau kalau anda malas, mari kita lihat bersama-sama foto di bawah ini.

england-iceland-euro-2016_3491517.jpg
Inggris di Euro 2016. Mereka tidak akan tahu jika Islandia akan mengalahkan mereka, setidaknya sampai menit 90+2. (Foto: http://www.skysports.com)

Foto diatas merupakan tim inti Inggris saat dikalahkan 1-2 oleh Islandia di babak 16 besar Euro 2016. Tidak ada yang mirip bukan? Karena memang tidak ada satu pun pemain dari gambar prediksi tersebut yang ada di foto timnas Inggris diatas. Bahkan, jika kita mengecek bersama, tidak ada satu pun dari mereka yang masuk timnas Inggris untuk Euro 2016. Lebih parah, kecuali Theo Walcott, klub tempat mereka bermain saat ini tidak ada yang tepat. Sebagian besar dari mereka tidak bermain di Premier League, bahkan ada yang sudah pensiun, seperti Michael Johnson.

Jika kembali ke tahun 2007, memang para pemain tersebut masih sangat muda, dibawah 20 tahun dan sedang menapaki karir sepakbola mereka. Terlebih mereka juga bermain di timnas Inggris junior, sehingga wajar jika mereka diprediksi akan menjadi bintang masa depan. Namun hidup tidak selalu berjalan sesuai prediksi. Yang tersisa saat ini hanyalah ironi (bagi para pemain tersebut), lelucon, bahkan ejekan (untuk media yang membuat prediksi). Meskipun, saat ini mereka masih bisa memperbaiki nasib mereka sebagai pemain sepakbola (kecuali Johnson yang sudah pensiun), karena usia mereka saat ini masih belum tua, belum mencapai 30. Tercapai atau tidak, hal itu kembali pada kemampuan dan tekad mereka masing-masing. Namun Euro 2016 sudah berlalu dan prediksi ini tinggal kenangan pahit.

Contoh prediksi meleset lainnya, kita punya Pele, seorang legenda Brazil, peraih 3 Piala Dunia, top skorer Brazil sepanjang masa, dan masih banyak lagi hal positif yang bisa disebut mengenai dirinya dalam dunia sepakbola. Namun memberikan prediksi bukanlah salah satunya. Pernahkah kalian tahu, bahwa dalam Piala Dunia 2002, Pele membuat prediksi tentang 2 negara, yaitu Tiongkok dan Brazil. Dalam prediksinya, ia mengatakan bahwa Tiongkok akan menembus babak 16 besar dan negaranya sendiri, Brazil, tidak akan menjadi juara dunia saat itu. Bahkan, Pele memprediksi mereka akan tersingkir di fase grup yang terdiri dari Tiongkok, Kosta Rika, dan Turki. Hasilnya? Tiongkok tersingkir dari fase grup, tanpa poin, tanpa mencetak gol. Sedangkan final Piala Dunia 2002 menampilkan Cafu mengangkat trofi Piala Dunia di akhir pertandingan. Oh ya, kalau kalian tidak kenal siapa Cafu karena terlalu muda saat itu, dia adalah kapten Brazil.

Penilaian melenceng seperti ini juga pernah dibuat oleh media nasional. Pada 25 Agustus 2016, PanditFootball pernah membuat semacam ‘prediksi’, lebih tepatnya analisis taktik caretaker (saat itu) Hull City, Mike Phelan. Setelah meraih hasil positif di bulan Agustus (2 kali menang di Liga, 1 kali menang di Piala Liga), PanditFootball membuat analisis tentang hasil positif yang diraih Hull, meskipun ditengah keterbatasan yang mereka alami. Hal yang terlihat wajar saat itu, apalagi akhirnya Mike Phelan berhasil meraih penghargaan manajer terbaik Premier League untuk bulan Agustus berkat hasil yang ia peroleh bersama Hull (di akhir Agustus Hull menempati posisi 5 Premier League, hasil yang impresif untuk klub ‘selevel’ Hull).

Jika melihat judul artikelnya, Mike Phelan diprediksi akan membuat Hull menjadi hebat (alamat URL artikel tertera di pustaka tulisan). Namun, jika melihat klasemen Premier League saat ini, analisis itu jadi terlihat berlebihan. Kita sama-sama tahu, hingga pekan 17, Hull menghuni zona degradasi. Hull juga merupakan tim dengan selisih gol terburuk sejauh ini. Bahkan, belum ada yang berani mengatakan bahwa Hull akan lolos degradasi, meski hal itu masih sangat mungkin terjadi. Untungnya saja, di akhir artikel mereka masih ‘bermain aman’ dengan mengatakan bisa saja penilaian mereka berlebihan dan Hull mungkin akan gagal. Meskipun bisa saja prediksi mereka nantinya tepat, jika Hull berhasil menjuarai Piala FA atau Piala Liga. Maka Mike Phelan pun akan dianggap hebat.*

Memprediksi suatu hal dalam sepakbola adalah hal yang wajar. Toh, semua media hebat level internasional pun melakukannya. Jika ternyata perediksi mereka salah, hal itu bisa dimaklumi karena mereka pun bukan Tuhan. Lagipula, tidak semua prediksi itu salah. Jika kita perhatikan, masih banyak prediksi yang benar. Namun, jika kita berani membuat prediksi, berarti kita harus siap dipuji jika ternyata hasilnya benar, dan siap untuk ditertawakan jika ternyata salah.

*Nyatanya, Mike Phelan tidak bisa melanjutkan masa baktinya. Ia sudah resmi diberhentikan oleh Hull tanggal 3 Januari kemarin. Jadi, benar katamu mas Dex, analisismu memang berlebihan kala itu.

Pustaka Tulisan :

http://www.givemesport.com/793350-englands-euro-2016-team-was-predicted-in-2007

http://www.goal.com/en/news/2377/top-10/2009/06/23/1338375/top-10-wrong-pele-predictions

http://panditfootball.com/taktik/205980/dia-yang-akan-bikin-hull-city-hebat/1

Featured Image: muslim.or.id

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s