Keputusan Jeli Lilipaly

Aksi Stefano Lilipaly selama gelaran Piala AFF 2016 lalu memang membuat ia menjadi idola para pendukung timnas. Catatan 7 penampilan selama turnamen menunjukkan ia benar-benar dipercaya oleh Pak Riedl untuk mengisi lini tengah timnas. Ditambah torehan dua gol yang ia cetak (apalagi saat melawan Singapura) membuatnya jadi salah satu pemain terpenting di timnas. Selama 2 pertandingan kandang Piala AFF di stadion Pakansari, jersey timnas dengan namanya dan nomor punggung 8 pun banyak dijual oleh pedagang yang berada di luar stadion.

Yang seru, aksinya selama turnamen membuat rumor-rumor tentang kepulangannya (agak aneh memakai kata ‘pulang’, karena ia besar di Belanda) ke Indonesia dan bermain di Liga Indonesia tiba-tiba muncul. Entah rumor ini dimunculkan oleh media yang ingin melihat Stefano bermain di Indonesia atau memang ada klub yang ingin merekrutnya. Namun hingga awal Januari, yang terdengar hanyalah bantahan atas rumor tersebut, seperti halnya yang diucapkan oleh PSM Makassar melalui, Robert Rene Alberts. Klub-klub seperti Persipura dan Arema FC pun sudah angkat tangan lebih dulu, dengan mengatakan harga transfer yang diminta oleh klubnya, SC Telstar, dan permintaan gaji dari Stefano terlalu tinggi untuk ukuran klub Indonesia. Wajar, tentu Stefano ingin mendapatkan bayaran yang sama baiknya dengan yang ia terima di Belanda. Begitu juga dengan Telstar, tentu ingin mendapatkan untung dari hasil penjualan pemainnya. Apalagi, Stefano masih terikat kontrak, meskipun tengah tahun ini akan habis. Hal ini yang membuat klub-klub Indonesia kemungkinan besar baru bergerak saat kontraknya habis nanti. Meskipun, seperti yang sudah dibilang, gaji Stefano mungkin akan berat untuk dipenuhi klub-klub Indonesia.

Akhirnya rumor kepindahannya ke Indonesia tetaplah menjadi rumor. Stefano tetap di Belanda, dan (mungkin) tetap bermain di Eerste Divisie Belanda. Kontraknya yang tersisa 6 bulan lagi membuatnya bisa berdiskusi dengan siapa saja dan ia memilih pindah ke SC Cambuur mulai musim depan* dengan status bebas transfer. Kontraknya berlaku selama dua tahun. Klub-klub Indonesia (jika memang berniat merekrutnya) bisa dibilang keduluan oleh Cambuur. Mungkin Cambuur memberikan penawaran yang menarik untuk Stefano, entah prestise mereka di kasta kedua liga Belanda, gaji yang sesuai harapan Stefano, ataupun yang lainnya. Atau bisa juga Stefano memang masih ingin bermain di Eropa, dimana kualitasnya kompetisinya lebih baik. Bisa jadi ia masih berharap bisa berlaga kembali di Eredivisie Belanda ataupun liga-liga teratas negara-negara kuat Eropa lainnya. Apalagi Belanda juga merupakan negara dengan kualitas sepakbola yang bagus, meski kini prestasi negaranya dan klub-klubnya di kancah kompetisi Eropa sedang menurun (Sejelek-jeleknya Belanda, mereka masih lebih bagus dari Indonesia toh dalam urusan sepakbola).

C2jTwAhXUAArofg.jpg
Untung lu tetep main di Belanda ya Stef.. (Foto: akun twitter @SCCambuurLwd)

Saya senang dengan keputusannya bertahan di Belanda. Sewaktu rumor kepindahannya ke liga Indonesia muncul, saya sedikit heran dan khawatir. Heran jika ia menerimanya, karena menurut saya ia masih muda, dan masih diandalkan oleh klubnya, yang bermain di kasta kedua liga Belanda, bukan di liga amatir seperti halnya (maaf) Johnny Van Beukering saat dinaturalisasi dulu. Apalagi jumlah penampilannya di liga juga tergolong bagus, tentu kemampuannya tidak sembarangan kan.

Khawatirnya, jika ia bermain di Indonesia, ia tidak bisa mengeluarkan kemampuannya yang terbaik dan malah menurunkan performanya (meskipun ini alasan yang subjektif sekali). Lagipula, saat ini adalah masa dimana banyak pemain Indonesia diharapkan pindah ke luar negeri agar bisa menambah ilmu yang tak akan mereka dapat di Indonesia, dan Stefano punya kesempatan tersebut. Evan Dimas saja baru sampai tahap trial, sementara ia sudah ada yang mau merekrut.

Bertahan di Belanda adalah keputusan yang tepat. Dengan kompetisi yang lebih baik diharapkan Stefano bisa meningkatkan kemampuannya hingga akhirnya ada klub-klub bagus yang mau merekrutnya di masa depan, atau yang paling cepat ia bisa bermain di Eredivisie musim depan jika Cambuur berhasil promosi, meskipun ini prediksi yang terlalu dini.

Ia (dan juga para pemain Indonesia lainnya yang ingin berkarir di luar negeri) bisa mengambil pelajaran dari Radja Nainggolan, pemain keturunan Indonesia yang memulai karir profesionalnya di Serie B Italia bersama Piacenza dan akhirnya bisa menjadi tulang punggung klub sebesar AS Roma (bahkan pernah menjadi kapten tim saat Francesco Totti, Daniel De Rossi, dan Alessandro Florenzi absen) dan juga di timnas Belgia. Apalagi Stefano juga dibina oleh akademi sepakbola Belanda, sehingga punya modal awal yang lebih baik dibandingkan pemain Indonesia lainnya untuk berkiprah di luar negeri, khususnya Eropa.

Namun yang penting, semoga ia tidak terhambat cedera ataupun masalah lain yang membuat karirnya meredup. Perannya di timnas Indonesia pun diharapkan tidak hanya untuk Piala AFF 2016 saja, namun untuk beberapa tahun ke depan. Selain itu, diharapkan ia bisa menjadi contoh untuk para pemain Indonesia, terutama yang berusia muda, agar mau berkarir di luar negeri, terutama di negara yang level kompetisinya di atas Indonesia. Meskipun dulu sudah pernah ada yang bermain di luar negeri seperti contohnya Kurniawan Dwi Yulianto (Swiss), Bambang Pamungkas (Belanda), Rochi Putiray (Hong Kong), dan kini ada Andik Vermansyah (Malaysia), namun semakin banyak akan semakin bagus bagi sepakbola Indonesia. Tentu, jika berhasil berkarir di luar negeri dalam waktu yang lama (bukan hanya hitungan bulan) maka akan lebih baik, meskipun hanya pemain yang benar-benar punya kualitaslah yang akan menarik perhatian klub-klub asing tersebut.

583930acd44c9-pemain-timnas-indonesia-andik-vermansyah-dan-stefano-lilipaly_663_382
Ayo, siapa mau ikut kami main di luar? (Foto: viva.co.id)

Kita bisa mencontoh timnas Belgia yang banyak pemain-pemain bintangnya berkarir di luar negara mereka. Memang rasanya kejauhan bila membandingkan dengan mereka, namun apakah mereka bisa menjadi tim yang disegani di sepakbola Eropa jika para pemain tersebut hanya bermain di liga lokal? Belum tentu kan? Apalagi kualitas kompetisi negara mereka belum sebagus Spanyol atau Inggris, meskipun Belgian Pro League ada di 10 besar koefisien UEFA saat ini. Belanda saja banyak pemain bintangnya yang bermain di luar negeri untuk menambah ilmu dan pengalaman. Atau yang paling dekat, lihat para pemain Jepang dan Korea Selatan yang meskipun liganya sudah bagus namun tetap berusaha untuk menembus tim-tim di Eropa.

Menurut saya, selama kompetisi liga Indonesia masih belum jadi salah satu yang terbaik di Asia (ini proses yang panjang), maka berusaha membangun karir di luar negeri adalah salah satu cara yang bisa dipakai untuk meningkatkan kualitas pemain Indonesia, seperti yang sudah diungkapkan beberapa pengamat sepakbola Indenesia.

Ketika sudah tiba waktunya, barulah mereka pulang untuk membagikan ilmu mereka pada pemain muda generasi selanjutnya, baik sebagai pemain senior, pelatih, atau posisi yang lain, sembari kita juga memperbaiki kompetisi sepakbola nasional. Tentu saja, para pemain ini harus berlatih keras, bermain baik di setiap pertandingan liga dan timnas (jika dipanggil), dan juga tahan mental (tidak homesick dan mampu beradaptasi) agar bisa berkarir di luar sana, seperti halnya Stefano Lilipaly. Semoga saja hal ini bisa menjadi kenyataan dalam beberapa tahun ke depan.

Ralat : Stefano sudah resmi bergabung dengan Cambuur pada Januari ini. Ia sudah tampil dalam perempat final KNVB Beker (Piala Belanda) melawan FC Utrecht pada 25 Januari 2017 dan ikut serta dalam adu penalti yang dimenangkan Cambuur.

Featured Image : fourfourtwo.com

Advertisements

2 thoughts on “Keputusan Jeli Lilipaly

  1. Barusan saya cek Cambuur ada di peringkat 11, Telstar 15. Apakah itu bisa dibilang peningkatan?
    Tetapi nama SC Cambuur sepertinya tidak begitu asing, kalau tidak salah dua atau tiga tahun lalu mereka sempat main di Eredivisie.

    Liked by 1 person

    1. Belum bisa dibilang peningkatan mas, hehe, kan belum pindah juga. Namun dengan ia bertahan di divisi 2 Belanda, ia diharapkan masih bisa menimba ilmu di sana dan kemampuannya bisa meningkat.
      Cambuur musim lalu main di Eredivisie, tapi kena degradasi. Dan musim ini posisinya masih memungkinkan untuk promosi via play-off. Itu sebabnya saya menulis kemungkinan ia bisa bermain di Eredivisie musim depan jika Cambuur berhasil promosi, namun jika gagal, setidaknya ia bisa berusaha bermain reguler buat Cambuur di Eerste Divisie. 🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s