Mengenal Ibrahimovic Sebagai Seorang Targetman

Pernahkah kamu mencoba menulis kata ‘Zlatan’ di mesin pencari Google? Jika kamu melakukannya sekarang, maka yang muncul adalah segala hal mengenai striker berpaspor Swedia yang bengal, arogan, namun bisa diandalkan itu. Padahal itu adalah nama depan, dan di dunia ini bukan hanya ia yang bernama depan Zlatan. Namun, kehebatannya di lapangan, prestasi, tingkah laku, serta ucapan-ucapannya membuat ia menjadi orang Swedia paling ternama di sepakbola modern saat ini, baik di kehidupan nyata dan di dunia maya.

Semua sepakat bahwa di lapangan hijau, Zlatan adalah bomber yang tajam dan berbahaya.  Lepas sedikit, siap-siap saja gawangmu akan kebobolan. Zlatan pun merupakan pemain yang komplet. Mulai dari visi bermain yang baik, fisik yang kuat, kemampuannya di duel udara, kontrol bola yang baik, hingga kemampuan kedua kaki yang sama baik pun dimiliki olehnya. Jadi jangan tanyakan mengapa pundi-pundi gol dan assist-nya sangat banyak.

Zlatan juga merupakan satu dari sedikit penyerang yang terbukti tetap tajam, di liga manapun ia bermain. Meskipun ia bisa bermain di posisi manapun di lini depan, namun ia terkenal dengan ketajamannya sebagai seorang targetman.

Dikutip dari FFT Performance, pemain yang baru saja mencetak hat-trick pertamanya untuk Manchester United kala membungkam Saint-Etienne di Liga Europa ini memiliki caranya sendiri dalam bermain sebagai seorang targetman yang baik. Sebuah contoh yang pastinya bisa berguna bagi banyak orang yang ingin bermain sepakbola sebagai striker/targetman, khususnya anak muda. Berikut ini adalah kiat-kiatnya.

  1. Kuat Dalam Memegang Bola

Menurut Zlatan, kunci utamanya adalah berusaha tetap tak kehilangan bola saat berada di kaki. Seorang targetman harus melindungi bola dari para bek dengan segala cara, baik dengan kekuatan, keseimbangan, kalau perlu dengan punggung dan tangan.

011001500_1460015041-champions_03
Ingat, pakai punggung dan tangan. (Foto: AFP)

Dengan keberhasilan menjaga bola di kaki, rekan-rekan setim jadi punya kesempatan untuk maju dan membantu penyerangan. Jika sudah begitu, seorang targetman harus bisa melihat kondisi dan posisi rekan-rekan dan lawan, sehingga ia bisa memutuskan kemana harus mengoper, atau  bila posisinya tepat, langsung menendang ke gawang untuk berusaha mencetak gol.

Zlatan juga mengingatkan bahwa insting terkadang juga dibutuhkan. Oleh karena itu, seorang targetman juga harus punya kecerdasan yang baik agar bisa mengambil keputusan yang tepat dalam kondisi ini. Zlatan pun mengklaim bahwa ia adalah pemain yang cerdas.

  1. Positioning Yang Baik

Seorang targetman harus bisa mencari posisi yang baik dimana ia bisa mendapatkan bola. Caranya bermacam-macam, mulai dari turun menjemput bola hingga membuka ruang agar para gelandang bisa melihat sang targetman. Zlatan mengatakan ia juga melakukan positioning untuk menarik para bek keluar dari posisinya, sehingga memudahkan pergerakan rekannya yang lain.

Ya, seorang targetman terkadang harus berkorban. Ia terkadang juga harus bergerak ke satu posisi meskipun ia tahu bola tak akan dioper padanya. Tujuannya adalah untuk membuka ruang bagi rekan-rekannya yang lain.

Zlatan mengingatkan pentingnya berkorban untuk tim, terutama jika seorang targetman mempunyai tandem di lini depan. Menurutnya, jika seorang targetman mau berkorban untuk tandemnya  atau rekan setimnya yang lain demi kebaikan tim, maka di lain waktu rekan-rekannya pun akan berkorban untuknya.

  1. Jago Menyambut Umpan Silang

Untuk yang satu ini, kuncinya adalah seorang targetman harus bisa bergerak selangkah lebih cepat dari para bek. Hal ini bertujuan agar ia mempunyai ruang untuk dirinya sendiri, tanpa terhalang oleh bek.

Lagi-lagi kecerdasan pemain berperan di sini. Saat tendangan penjuru ataupun set-pieces, targetman harus bisa memperkirakan dimana bola akan berada, baik jatuh ke tanah ataupun di udara, sehingga posisinya lebih unggul dan bisa menceploskan bola ke gawang lawan.

272c29f900000578-3020127-image-a-3_1427827226431
Gol atau nggak nih? (Foto: AFP/Getty Images)

Zlatan sendiri mengakui ia bekerja keras untuk bisa menyambut umpan silang dengan baik, karena menurutnya ia tak memiliki insting seperti itu dalam urusan umpan silang. Menurutnya, David Trezeguet-lah contoh terbaik dalam urusan insting menyambut umpan silang.

  1. Pandai Mengantisipasi Permainan

Zlatan menuturkan bahwa seorang targetman harus mampu mengantisipasi apa yang akan terjadi sebelum ia mendapatkan bola. Termasuk melihat posisi rekan-rekannya dan juga lawannya hingga memperkirakan dimana mereka akan berada beberapa detik kemudian.

Menurut Zlatan, disinilah perbedaan antara pemain kelas atas dan pemain biasa-biasa saja. Meskipun antisipasi ini tidak selalu benar, namun seorang targetman harus bisa mengetahui apa yang kira-kira akan dilakukan beberapa pemain disekitarnya, baik lawan ataupun rekan. Kuncinya tentu rajin mengamati lawan dan membangun kekompakan dengan rekan setim. Semakin jago ia mengantisipasi, maka semakin bagus kualitasnya.

  1. Mampu Bertarung Dengan Para Bek Tengah

Jika tidak jago bertarung dengan para bek tengah, bagaimana bisa menjadi targetman yang baik? Menarik dan mendorong seorang striker adalah hal biasa yang dilakukan oleh para bek tengah. Zlatan pun menyarankan agar tidak meremehkan mereka dan harus mempersiapkan segalanya ketika berduel dengan mereka.

37681f1100000578-3749436-image-m-31_1471635944463
Jarang kalah duel dengan bek. (Foto: Getty Images)

Namun, ia juga mengingatkan bahwa tipe bek tengah yang seperti ini biasanya lebih lemah ketimbang para striker, makanya para bek tengah itu bersikap demikian. Jadi mereka tidak perlu ditakuti.

Menurutnya, para bek tengah yang tangguh justru tidak akan menempuh jalan itu, dan bermain lebih bersih. Paolo Maldini dan Alessandro Nesta adalah contoh-contoh bek tangguh yang disebut oleh Zlatan.

  1. Mampu Mengatasi Tekanan

Seorang striker biasanya akan diganggu oleh para bek, baik secara fisikal ataupun verbal. Isi cacian bisa bermacam-macam, tergantung kondisi pemain. Untuk Zlatan, dikarenakan masa lalunya sebagai imigran, maka para bek itu sering merambah topik ini untuk mengacaukan konsentrasinya.

Fenerbahce vs Manchester United - UEFA Europa League
Zlatan juga bisa khilaf. (Foto: theworldgame.sbs.com.au)

Oleh karena itu, menurut Zlatan, fokus harus terus dijaga. Seorang targetman harus lebih mementingkan apa yang harus ia lakukan di lapangan ketimbang cacian yang dilontarkan untuknya. Ia harus lebih tenang dan sadar akan tanggung jawabnya terhadap tim. Bayangkan bila ia tak bisa menahan emosinya dan berujung kartu merah, tentu sangat merugikan tim kan?

***

Keenam cara diatas adalah cara Zlatan bermain menurut dirinya sendiri. Ia sudah membuktikan bahwa caranya berhasil. Lebih dari 450 gol dan 150 assist sudah ia cetak sepanjang karirnya, baik di level klub dan timnas.

Tentu, ia bisa melakukan semua itu karena ia punya teknik bermain yang baik dan juga fisik yang tinggi dan kuat. Jangan lupakan juga rekan-rekan setimnya yang hebat, jika mengacu pada klub-klub tempat ia bermain.

Namun, semua itu tak akan bisa dilakukan tanpa adanya kecerdasan dalam bermain bola. Itulah yang dimiliki Zlatan, berkat ketekunannya dalam berlatih selama bertahun-tahun. Jadi, kalau ingin menjadi targetman yang baik sepertinya, tentunya latihannya juga harus giat seperti dirinya.

Featured Image : skysports

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s