Monaco dan Tim-Tim Predator di Liga-Liga Eropa

Dalam 4 musim terakhir, Ligue 1 Prancis dikuasai oleh Paris Saint-Germain. Berbekal sokongan dana melimpah dari Qatar Sports Investments, klub ibukota ini benar-benar merajai sepakbola negeri anggur tersebut. Tak hanya gelar Ligue 1, namun gelar Coupe de France dan Coupe de la Ligue juga mereka sabet. Tak ketinggalan, Trophée des Champions atau Piala Super Prancis pun mereka raih 4 kali secara beruntun, mirip dengan pencapaian Les Parisiens di liga. Total, PSG meraih 13 trofi domestik selama rezim asal timur tengah ini berkuasa.

Namun, musim ini bisa jadi L’Hexagoal, trofi juara Ligue 1, tak mampir lagi ke ibukota. Bahkan mungkin trofi tersebut akan dibawa keluar dari negerinya Napoleon Bonaparte tersebut. Pasalnya, saat ini pemimpin klasemen sementara bukan lagi PSG, melainkan klub kaya Ligue 1 lainnya, AS Monaco.

Memang masih terlalu cepat dan sangat gegabah jika mengatakan bahwa Les Monégasques akan menjadi juara liga. Mereka hanya unggul tiga angka dari PSG yang duduk di posisi dua klasemen. Ligue 1 pun masih menyisakan 12 pertandingan.

Namun, performa tim asuhan Leonardo Jardim itu sedikit berbeda musim ini. Jika selama 3 musim terakhir mereka hanya sekedar membuntuti PSG, musim ini justru mereka yang dibuntuti PSG. 18 kemenangan dari 26 pertandingan berhasil mereka raih. Striker kebanggan mereka, Radamel Falcao pun sepertinya sudah ‘tobat’ dan kembali garang di depan gawang. Sekarang ini ia sudah mencetak 16 gol di liga. Jumlah tersebut sama dengan total gol yang ia cetak di Ligue 1 dan Premier League dalam 3 musim! Dan ia masih bisa menambah jumlah golnya, karena Ligue 1 belum selesai.

Namun yang paling mencengangkan dari raihan positif sejauh ini adalah mereka berhasil menjadi tim pendulang gol. Hingga pekan 26, Monaco sudah mencetak 76 gol! Hasil ini adalah yang terbaik sejak Les Monégasques dipimpin oleh Dmitry Yevgenyevich Rybolovlev. Mereka sebelumnya tak pernah berhasil mencetak 70 gol dalam semusim, namun saat ini sudah 76 gol yang berhasil dibuat, dan tentunya masih akan bertambah.

Tidak hanya menjadi tim pendulang gol, namun Monaco juga menjadi tim predator. Ya, mereka tidak hanya menang, tapi juga membantai lawannya, seolah mencuri 3 poin saja belum cukup, dan baru puas jika tim lawan sudah hancur. Musim ini, sudah 13 pertandingan Ligue 1 dimenangi Monaco dengan cara membantai lawannya. Asumsi yang dibuat adalah kemenangan dengan selisih minimum 3 gol. Artinya, sudah 13 kali Monaco menang telak! Hasil yang diraih Monaco ini mengingatkan kita pada beberapa tim yang pernah menorehkan prestasi serupa.

Ya, jika kita perhatikan selama 5 musim terakhir di 6 liga besar Eropa (musim ini tidak dihitung), ada beberapa tim yang berhasil meraih predikat tim predator sekaligus pendulang gol di liganya masing-masing. Biasanya mereka pun berhasil meraih gelar juara liga di akhir musim. Berikut ini adalah contohnya.

  1. Real Madrid (La Liga musim 2011/12)

Dalam 5 musim terakhir, sebenarnya Madrid selalu mencetak lebih dari 100 gol per musim dan setidaknya 12 kali menang telak per musim di La Liga. Namun hasil yang paling fenomenal diraih Los Galacticos terjadi pada musim 2011/12. Selama 38 pertandingan, tim asuhan Jose Mourinho itu berhasil mencetak 121 gol, hanya kebobolan 32 kali, dan menang telak sebanyak 20 kali!

z-real-madrid-2011-12-starting-xi-home
Saat ini hanya sisa 4 orang yang masih bertahan di El Real. (Foto: catatanmadridista.blogspot.co.id)

Sebanyak 89 gol dicetak oleh trio Cristiano Ronaldo, Karim Benzema, dan Gonzalo Higuain. Ronaldo sendiri memborong 46 gol, atau lebih dari sepertiga total gol Madrid. Jika dihitung rata-rata, Madrid mencetak 3,18 gol per pertandingan. Di akhir musim, El Real menyabet gelar juara La Liga yang ke 32 sepanjang sejarah, atau yang terakhir hingga saat ini.

  1. PSG (Ligue 1 musim 2015/16)

Di musim ini, Les Parisiens semakin menegaskan dominasi mereka di daratan Prancis. Musim ini juga merupakan musim terakhirnya Zlatan Ibrahimovic di Paris sebelum menyeberang ke Inggris. Namun persembahan Ibra di musim terakhirnya sangat luar biasa.

Ibra mencetak 38 gol dari 102 gol PSG di Ligue 1, atau 37% dari jumlah gol PSG. Padahal ia baru mulai mencetak gol di pekan ke 7. PSG pun hanya kebobolan 19 kali. Selain itu, mereka juga tak tanggung-tanggung dalam membantai lawan-lawannya. Total mereka 17 kali menang telak!

off_news-18_09-off-3
Sayang, tim ini tidak juara Liga Champions. (Foto: zlatanibrahimovic.com)

Pembantaian paling parah terjadi pada 13 Maret 2016, saat mereka mencukur habis tuan rumah Troyes 9-0. Ibra pun mencetak quattrick di pertandingan itu. Di akhir musim, tentu saja, mereka menyabet gelar Ligue 1. Bahkan, semua gelar domestik berhasil diraih musim itu, mengulang kesuksesan musim sebelumnya.

  1. Barcelona (La Liga musim 2015/16)

Sama edannya dengan Madrid, El Barca juga selalu berhasil mencetak lebih dari 100 gol per musim dan menang telak setidaknya 12 kali per musim di periode yang sama. Dua kuda pacu liga Spanyol itu memang tak terhentikan untuk urusan membantai lawan.

Prestasi terbaik Barcelona hadir di musim lalu, tepatnya musim 2015/16. Mereka berhasil mencetak 112 gol dan hanya kebobolan 29 kali. Sebenarnya jumlah gol yang dicetak lebih sedikit ketimbang musim 2011/12 (114 gol) dan 2012/13 (115 gol). Namun jumlah kemenangan telak Barca di musim lalu lebih banyak, yaitu 16 kali dari 38 pertandingan, berbanding 15 (musim 2011-12) dan 12 (musim 2012/13).

barcelona_msn_2016-860x447
Rekan setim yang lain hanya kebagian 22 gol di La Liga! (Foto: bestfootballers.com)

Sebanyak 90 gol pada musim lalu dicetak oleh trio Messi-Suarez-Neymar, dengan Luis Suarez sebagai pencetak gol terbanyak di liga, yaitu 40 gol, atau 36 % dari total gol Barca di La Liga. Selain memenangkan La Liga, Copa Del Rey juga diraih musim itu.

  1. Bayern Munchen (Bundesliga musim 2012/13)

Musim itu adalah salah satu musim terindah Die Roten, kalau bukan yang terbaik. Jupp Heynckes juga berhasil menebus dosanya dengan mengantar anak asuhnya meraih treble winners, setelah di musim sebelumnya meraih treble losers (menjadi runner-up di 3 kompetisi).

bayern-munich-champions-league-winners-2013-hd-wallpaper
Musim ini, mereka berpeluang mengulang kesuksesan 4 tahun lalu ini. (Foto: thefalsenine.co.uk)

Pada musim itu, Bayern hanya kalah 1 kali dan memenangkan 29 dari 34 pertandingan. Mereka berhasil menyarangkan 98 gol, hanya kebobolan 18 kali dan menang telak atas lawan-lawannya sebanyak 13 kali. Memang, jumlah kemenangan telak dan gol yang disarangkan lebih sedikit ketimbang 3 tim sebelumnya. Namun harus diingat bahwa Bayern hanya memiliki 34 pertandingan semusim di liga, berbeda dengan Madrid, Barca, dan PSG yang memiliki 38 pertandingan liga.

Bayern juga tidak memiliki mesin gol pembunuh pada musim itu. Total gol yang diraih Mario Mandzukic, pencetak gol terbanyak klub di Bundesliga, hanya berjumlah 15, unggul sedikit dari Thomas Muller (13 gol), Mario Gomez (11 gol), dan Frank Ribery (10 gol). Meski tidak ada mesin gol seperti 3 tim lain, namun prestasi mereka paling mentereng kan?

***

Jika kita perhatikan, klub-klub pembantai ini merupakan tim yang paling dominan di liga dan kekuatannya sangat berbeda jauh dengan lawan-lawannya. Gaya permainan mereka pun tergolong super ofensif. Dan, yang paling penting, mereka mengakhiri musim dengan gelar juara liga. Ya, buat apa menang telak berkali-kali jika tidak juara?

Menjadi tim pendulang gol sudah, menjadi predator untuk lawan-lawannya sudah. Mari kita tunggu di akhir musim, apakah AS Monaco juga bisa mengikuti jejak 4 klub diatas, yaitu meraih gelar liga.

Featured Image : asmonaco.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s