6 Cara Iniesta Menguasai Lapangan Tengah

Andres Iniesta adalah salah satu gelandang terbaik di dunia. Tentu tak akan ada yang pernah meragukannya. Ia adalah produk akademi Barcelona yang berhasil menyegel tempat di lini tengah Barcelona sejak era keemasan El Barca dimulai pada pertengahan 2000-an. Bersama Lionel Messi, ia adalah sisa-sisa skuad Barcelona yang menjuarai Liga Champions 2006 di Paris. Bahkan, hanya ia, Messi, dan Xavi Hernandez-lah yang berhasil meraih gelar juara Liga Champions sebanyak 4 kali bersama Barcelona.

Keberhasilannya menjaga 1 tempat di lini tengah Barca dan timnas Spanyol dalam kurun waktu yang lama tentu membuktikan kualitas permainannya yang konsisten. Pelatih dan rekan setim boleh datang dan pergi, namun Iniesta tak tergantikan sejauh ini.

Disadur dari FFT Performance, pemain yang menjadi pahlawan Spanyol di piala dunia 2010 ini pun menjelaskan gaya bermainnya yang khas, namun terbukti berperan besar dalam keberhasilan Barcelona dan timnas Spanyol dalam satu dekade terakhir. Mulai dari menjemput bola hingga mengelabui lawan, juara dunia dan skipper Barca ini bercerita tentang enam langkah yang biasa ia lakukan untuk mengendalikan permainan.

  1. Ketika menerima operan

Iniesta mengingatkan pentingnya memahami dengan cepat kondisi ruang di sekitarnya. Sebelum menerima bola, hal yang perlu dilakukan seorang gelandang adalah melihat sekitar dengan cepat untuk memastikan pemain mana yang bisa dioper olehnya.

Ia juga mengingatkan untuk selalu menyadari siapa saja yang ada di sekitar kita, baik rekan ataupun lawan. Jika lawan sudah menutup ruang, maka bola harus cepat diumpan agar jauh dari jangkauan mereka.

make-the-right-call-at-the-right-time
Setelah diterima, ya diumpan lagi bolanya. (Foto: fourfourtwo)

Oleh karena itu, Iniesta menyarankan para gelandang agar mampu menempatkan diri dalam ruang yang tepat untuk menerima bola. Semakin luas ruang yang dimiliki, maka waktu yang dimiliki untuk berpikir pun semakin banyak.

Dan yang paling penting, jangan pernah mengumpan bola ke arah lawan. Menurut Iniesta, terkadang ia suka berlari ke arah pemain lawan dan menahan bola di depannya. Dengan begitu ia sudah membuat rekan setimnya bergerak ke depan, menunggu diumpan.

  1. Ketika memainkan operan

Menurutnya, tidak ada satupun operan yang tidak penting, karena sekali saja operan buruk terjadi, hal itu dapat mengakibatkan tim kehilangan penguasaan bola yang dimiliki dan dapat membuat tim berada di bawah tekanan.

Oleh karena itu, ia menyarankan untuk melakukan umpan-umpan pendek untuk membangun momentum, karena jika bola berada dalam penguasaan tim sendiri, maka lawan tidak akan bisa melakukan apa-apa.

Iniesta juga menyarankan untuk para gelandang agar bisa memperkirakan kapan waktu yang tepat untuk memberikan operan maut. Jika tim sedang membutuhkan gol, maka carilah ruang untuk melakukan operan. Namun jika tim sedang ingin menjaga keunggulan, maka jagalah penguasaan bola sebaik mungkin dan bermain lebih aman.

Ia pun mengakui, kondisi para pemain Barcelona yang sudah bermain bersama dengan sistem tertentu dalam waktu yang lama membuat semua orang dalam tim sudah tahu kemana harus bergerak. Itu pula yang membuat pekerjaannya menjadi lebih mudah, karena ia sudah mengetahui kemana Xavi, Messi, ataupun pemain lainnya akan bergerak.

  1. Berpikirlah dengan kaki

Seorang gelandang akan memiliki keuntungan bila ia mampu berpikir kemana arah bola akan bergerak selanjutnya, sebelum lawan dapat memperkirakannya.

Bila seorang gelandang menahan bola di kaki terlalu lama dan berpikir apa yang harus dilakukan, maka ia akan kehilangan bola. Menurut Iniesta, gelandang-gelandang terbaik harus memiliki kemampuan berpikir yang sangat cepat, mulai dari kemana arah lari rekan setim, potensi rekan setim akan terjebak off-side, dimana rekan setim yang memiliki ruang kosong, dimana rekan setim yang mencari bola, hingga memutuskan apakah rekan yang akan dioper lebih suka operan langsung ke kaki atau membuat mereka berlari mengejar bola.

Kondisi-kondisi diatas sangat perlu diperhatikan, karena sehebat apapun seorang pengumpan, bila rekan setimnya tak berada di posisi yang tepat, maka tidak akan ada gunanya. Hal ini tentu merupakan insting yang muncul dari latihan terus-meneurs.

  1. Mampu ‘menguasai’ lawan

Ketika sedang menyerang, seorang gelandang yang baik harus mampu membuat lawan berpikir bahwa ia akan bergerak ke satu arah, padahal ia akan bergerak ke arah lain. Ia harus bisa membuat lawan bingung dengan pergerakannya.

andres_iniesta_2264417b
Barzagli dan Abate pun bisa dikelabui. (Foto: telegraph)

Namun jika kondisinya lawan sedang menguasai bola, maka ia harus segera menutup ruang yang dimiliki lawan dengan cepat dan membuat lawan berada di bawah tekanan. Bila perlu saat lawan belum berpikir tentang serangan.

Iniesta juga menyarankan jika serangan lawan berhasil diredam, tidak perlu membuang energi untuk begerak terburu-buru. Pada kondisi itu seorang gelandang dapat membantu pertahanan jika sewaktu-waktu bola datang kembali. Atau, ia bisa bergerak lebih lambat dan berada dalam posisi siap menembak jika bola datang kembali kepadanya.

  1. Bagaimana berurusan dengan ‘raksasa’

Tidak jarang Iniesta harus melawan pemain-pemian yang berbadan besar, jauh lebih besar darinya. Namun, Iniesta juga punya trik dalam menghadapi pemain seperti ini. Pada kondisi ini, ia akan memainkan bola-bola datar dengan cepat, bermain umpan satu-dua dengan rekannya, dan juga menjaga jarak sejauh mungkin.

Bermain umpan satu-dua sangat efektif, karena biasanya pemain berbadan besar reaksinya tidak cepat. Menjaga jarak juga berguna agar ia bisa bergerak dengan cepat. Berat badan Iniesta yang hanya sekitar 63 kg juga memudahkan hal ini.

Andres+Iniesta+Leonardo+Bonucci+Spain+v+Italy+BqwiTtb_UVIl
Jika tidak berhasil menjaga jarak, berarti harus siap berjibaku. (Foto: zimbio)

Menurut Iniesta, jika pemain-pemain besar berkali-kali termakan umpan satu-dua, lambat laun mereka akan malas untuk melakukan pressing ataupun tekel, sehingga ia bisa mendapatkan ruang bermain yang lebih lebar.

Satu hal lagi, Iniesta biasanya mengambil tendangan sudut karena ia tahu kondisi tubuhnya tak memungkinkan ia untuk memenangi duel udara.

  1. Menembak dari jarak jauh

Iniesta bukanlah seorang pemain yang rajin mencetak gol. 15 musim berseragam Barcelona, ia ‘hanya’ mencetak 55 gol di seluruh ajang (hingga 11 Maret 2017). Namun Iniesta adalah orang yang bisa melihat celah dan kesempatan. Ia hanya akan menembak bola jika ia yakin bisa mencetak gol. ia juga akan mengarahkan bolanya ke sudut gawang yang sulit terjangkau oleh kiper.

Salah satu bukti nyatanya adalah gol yang ia cetak di final Piala Dunia 2010 dan juga semifinal Liga Champions 2009 melawan Chelsea. Saat gol melawan Chelsea, Iniesta bisa melihat celah saat pertahanan lawan dikerumuni banyak pemain. Menurutnya, para pemain lawan yang ada di depannya membuat ia sulit menembak, namun juga akan membuat kiper sulit melihat dengan jelas kondisi yang terjadi di depannya.

Andres+Iniesta+Netherlands+v+Spain+2010+FIFA+xygeGHmw9rLl
Tendangan yang membuat Dani Jarque tersenyum di surga. (Foto: zimbio)

Namun, Iniesta juga bukanlah pemain yang rakus. Menurutnya, bila ada rekannya yang berposisi lebih baik, ia akan mengumpan. Ia terus mengingatkan bahwa sebagai seorang gelandang, sangat penting untuk selalu tahu siapa pemain-pemain yang ada di sekitarnya dan dimana mereka berada, karena hal itu akan memudahkannya dalam mengambil keputusan.

***

6 gaya bermain Iniesta yang khas ini memang berasal dari didikan akademi Barcelona yang terkenal itu. Tentu, ada saja yang berpendapat bahwa gaya bermainnya hanya cocok untuk Barcelona. Apalagi ia tidak pernah pindah klub sepanjang karir profesionalnya dan Barcelona juga memainkan taktik dan strategi yang relatif mirip mulai dari akademi junior hingga tim utama, sehingga memudahkan Iniesta dalam beradaptasi.

Namun, tetap saja segala yang diraihnya bersama Barcelona dan timnas Spanyol merupakan sebuah hal yang menakjubkan. Sebuah hasil kerja keras sejak di akademi yang akhirnya terbayar.

Karena kita tahu, sehebat apapun La Masia memproduksi pemain berbakat, tetap saja banyak pemain muda yang harus memupus harapan untuk menjadi bintang andalan Barcelona dikarenakan gagal membuktikan diri di saat yang tepat. Namun Iniesta mampu melakukannya, bahkan tak tergantikan hingga saat ini, dan itulah yang membuat ia menjadi pemain besar, salah satu pemain terbaik di dunia.

Featured Image : veenaija.com

Advertisements

2 thoughts on “6 Cara Iniesta Menguasai Lapangan Tengah

    1. Makasih bnyk mas, saya seneng kalo bisa ngasih pandangan lain, hehe, apalagi saya masih belajar jg.

      Yah saya emang pengen tulisan saya mudah dipahamin mas, toh topik yg diangkat jg gamau yg berat2 hehe.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s