Essien Datang, Persib Gemilang(?)

Beberapa hari lalu, terdengar kabar bahwa mantan bintang Chelsea, Michael Essien, akan bermain di Liga 1 tahun ini. Sebuah kabar yang ditanggapi biasa saja oleh sebagian orang, termasuk saya. Gila, ngapain dia main di sini? Emang udah ga ada lagi yang mau ngontrak dia di Eropa?

Bila ucapan serupa ada juga di kepala kalian, menurut saya wajar. Meskipun ia sudah terlihat menurun kemampuannya dikarenakan banyak berkutat dengan cedera, namun tetap saja, pindah ke Indonesia merupakan sebuah perubahan drastis.

Berbeda dengan kasus mantan bintang Piala Dunia lainnya seperti Roger Milla, Mario Kempes, dan Pierre Njanka, yang pindah ke Indonesia kala mereka tak lagi bermain di Eropa, klub terakhir Essien adalah Panathinaikos, salah satu raksasa Yunani. Hal ini tentu membuat orang bertanya-tanya, apakah ia tak laku lagi di Eropa sana? Bagaimana dengan liga di timur tengah? MLS Amerika? Tiongkok?

Akhirnya pada hari ini (14 Maret 2017) terkonfirmasi bahwa ia memang benar-benar akan bermain di Indonesia! Ia benar-benar bergabung dengan Persib Bandung, klub yang selama ini dirumorkan akan merekrutnya. Meski awalnya ada sedikit bantahan (wajar, saat itu belum resmi soalnya), akhirnya ia resmi diperkenalkan kepada publik pada hari ini. Semua situs media nasional, mulai dari situs khusus olahraga hingga yang umum semuanya memberitakan media ini.

C62YbfsUwAAkjfw
Ieu teh asli, lain potosyop! (Foto: @persib)

Melihat pengumuman resminya di akun twitter Persib pagi ini benar-benar mengejutkan. Seorang pemain yang pernah membela Olympique Lyon, Chelsea, Real Madrid, AC Milan, dan Panathinaikos. Seorang pemain yang meraih beragam gelar di Eropa. Dan ia pun mau memilih Persib….

Berkutat Dengan Cedera Dan Ditolak Oleh Klub Swedia!

Meskipun punya kemampuan yang luar biasa sebagai gelandang, sebenarnya semenjak musim 2008-09, Essien sudah mulai sering absen dalam waktu yang lama karena cedera. Bahkan ia absen membela Ghana di Piala Dunia 2010 karena cedera lututnya tidak bisa sembuh sebelum Piala Dunia dimulai. Di musim penuh terakhirnya bersama The Blues (2011-12), ia bahkan tak lagi berperan besar dalam keberhasilan mereka meraih Piala FA dan Liga Champions. Ia tak bermain sama sekali di 2 partai final tersebut, meski ia ada di bangku cadangan. Karirnya setelah itu pun seperti berjalan biasa saja. Ia sudah tidak lagi menjadi pemain starter. Di musim terakhirnya bersama Panathinaikos, ia juga hanya bermain 15 kali di segala kompetisi.

essienbench
Cedera & bangku cadangan jadi teman akrabnya selama beberapa musim terkahir. (Foto: modernghana.com)

Di musim ini, Essien juga belum bermain sama sekali. Ia sudah berstatus bebas transfer sejak akhir 2016 lalu, setelah kesepakatan pemutusan kontrak bersama Panathinaikos terjadi. Kabarnya ia pun ditolak oleh Muangthong United dan 3 klub di Swedia, yaitu AIK, Hammarby, dan IFK Goteborg karena kondisi fisiknya.

Sebuah hal yang membuat kita berhak bertanya-tanya. Seberapa sehat sih kondisi Essien untuk bermain sepakbola? Bila liga sekelas Thailand dan Swedia (yang pastinya lebih baik dari Indonesia) saja tak mau merekrutnya, bukankah itu bisa menjadi hal yang patut dipertimbangkan oleh kita? Bagaimana bila ia cedera lagi di sini? Tidakkah merasa sayang merekrutnya? Biaya perawatan cederanya ga murah lho. Emang mau mutusin kontraknya kalo dia cedera lagi? Ga bakal setega itu kan? Dengan segala kondisinya, Persib mau merekrutnya….

Sektor Gelandang Persib Sudah Menumpuk

Mari kita lupakan bahasan tentang seberapa banyak uang yang digunakan Persib untuk menggajinya, ataupun bahasan Essien sebagai alat pemasaran liga ataupun klub. Ya, lebih baik membahas perannya di lapangan. Dengan banyaknya gelandang bertahan di Persib, tidakkah berisiko menempatkan Essien di sana? Yakin mau mengorbankan Dedi Kusnandar, Kim Kurniawan atau Hariono? Belum lagi kabarnya Persib juga mau merekrut Raphael Maitimo. Kecuali mereka mau menjual salah satu pemainnya, rasanya jumlah ini kebanyakan.

hariono_jat_30112016
K: Kang, ada Essien dateng tuh. H: Kaga takut, aing tetep jadi pemain inti. (Foto: persib.co.id)

Bagaimana bila dijadikan attacking midfielder? Kabarnya Pak Djajang Nurdjaman ingin memakai Essien di posisi itu karena ia jago dribbling dan shooting, meskipun selama karirnya di Eropa posisi itu cukup awam baginya (sejauh saya mengetahui Essien, saya tidak pernah melihatnya).

Yah, sama saja sebenarnya. Seperti halnya seorang pemain yang pindah ke sebuah klub, pasti ada yang tersisihkan. Masalahnya, Persib yakin ingin menyisihkan pemain lain yang kondisinya bisa dibilang lebih bugar dan muda dari Essien? Untuk alternatif strategi, rasanya cukup berisiko. Apalagi, permainannya cenderung menurun beberapa tahun terakhir, baik dari segi kualitas maupun jumlah penampilan. Dan Persib pun mau mengambil resiko tersebut….

Form Is Temporary, Class Is Permanent

Berhenti geleng-geleng kepalanya. Pak Djajang, Pak Umuh Muchtar, dan jajaran manajemen Persib lainnya pasti tak sembarangan mengambil keputusan ini. Mereka pun pasti paham benar jika Essien itu ‘berkaki kaca’. Mereka pun tetap merekrutnya karena saat tes medis kondisi Essien dianggap bagus.

Ya, biar bagaimana pun juga, direkrutnya Essien bisa bernilai positif buat Persib. Itu yang mereka yakini. Bila ia bisa menjaga kondisinya dari cedera, tidak dipungkiri ia bisa memberikan kualitas yang berbeda.

Essien adalah pemain yang malang melintang di kompetisi level atas liga-liga Eropa dan dilatih oleh manajer-manajer top, bukan pemain asing yang direkrut dari klub kelas dua, jadi kualitas permainannya pun pasti lebih baik. Bisa jadi lini belakang, tengah, dan depan Persib semakin mengerikan dengan adanya Essien dalam strategi Pak Djajang. Ia bisa mengajarkan kemampuan teknik, taktik, dan visi bermain yang ia miliki pada para pemain Persib, khususnya pemain muda seperti Febri Haryadi dan Gian Zola.

Selain itu, ia juga bisa menularkan semangat mental juara kepada para pemain Persib, meskipun Maung Bandung adalah tim yang menargetkan gelar juara di setiap kompetisi. Setidaknya, pemain yang memenangi Liga Champions punya perbedaan mental dengan yang ‘hanya’ menjuarai Indonesia Super League (ISL) kan?

1112_UK_UCL_Chelsea_Essien_Kalou_Malouda_Drogba_champions
Itu medali juara Liga Champions, bukan medali juara Piala Presiden. (Foto: ligue1.com)

Lagipula, sudah merupakan hal umum bahwa pemain-pemain yang besar di Eropa punya rasa percaya diri yang tinggi. Lihat saja Irfan Bachdim dan Stefano Lilipaly. Dengan datangnya Essien, Persib dan juga timnas Indonesia (pemain timnas yang bermain di Persib) diharapkan bisa mendapatkan banyak manfaat dari aspek permainan. Semuanya mungkin terjadi karena Persib merekrutnya….

***

Ditengah-tengah komentar miring terhadap kedatangannya, Essien tetaplah seorang pemain yang berkualitas. Kualitas itulah yang diharapkan bisa diberikan pada Persib, dan juga sepakbola Indonesia secara keseluruhan.

Essien pun juga ingin menyelamatkan karir sepakbolanya dengan bermain di Persib. Oleh karena itu, ia pun pasti ingin menampilkan permainan terbaiknya di sini. Hal ini tentunya menjadi sebuah simbiosis mutualisme bagi Essien dan Persib bila benar-benar terjadi.

Semoga saja, kedatangan Essien ke Persib benar-benar mampu membawa Maung Bandung menjadi juara liga kembali, bukan membuat dirinya semakin terpuruk karena kembali berkutat dengan cedera. Itu kan yang diharapkan semua Bobotoh?

Akhirnya, selamat datang di negara ini, Essien. Selamat bermain di liga Indonesia. Semoga negara ini memberikan kesan baik untukmu. Good luck, The Bison!

Featured Image : persib.co.id

Advertisements

4 thoughts on “Essien Datang, Persib Gemilang(?)

  1. Memang agak aneh sih, Persib malah mendatangkan pemain yang berposisi sebagai gelandang. Tetapi menurut saya meski nantinya Essien akan lebih banyak jadi cadangan, Persib akan mendapatkan banyak keuntungan dari segi pendapatan, entah itu dr penjualan jersey, meet and greet dll.

    Sayangnya Persib nggak main di kompetisi Asia musim ini, kalau main pasti sorotannya akan lebih besar.

    Liked by 1 person

    1. Kalo dari segi bisnis, mungkin ada potensi penambahan pemasukan ya.

      Setuju sih mas, meskipun Essien menawarkan kualitas tertentu, tapi tetep disayangkan karena cuma main di liga. Piala domestik pun udah ga ada lagi di Indonesia. Rasanya aneh aja, beli dia cuma buat main di liga.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s