Hubungan Ojek dan Sepakbola

Sebagaimana diketahui, PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) selaku operator Liga 1 telah mengumumkan bahwa perusahaan aplikasi ojek online ternama, GoJek akan menjadi sponsor utama.

Sebuah angin segar setelah dulu kompetisi sepakbola Indonesia memiliki sponsor utama perusahaan rokok, yang berkesan kontradiksi dengan olahraga apapun, termasuk sepakbola. Nama GoJek pun akan jadi titel kompetisi yang rencananya akan dimulai pada 15 April mendatang. Ada yang pro dan kontra dengan keputusan tersebut, tapi mari kita telusuri apa yang mendasari GoJek untuk menjadi sponsor utama liga sepakbola tingkat tertinggi di Indonesia dari sisi potensi bisnis.

Pada dasarnya hampir seluruh orang Indonesia tahu apa itu ojek dan sepakbola, dari kalangan masyarakat bawah hingga atas. Keduanya pun cukup merakyat. Ojek merupakan transportasi yang umum ada di hampir seluruh kota di Indonesia, sedangkan sepakbola adalah salah satu olahraga terpopuler di Indonesia karena semua orang bisa menikmati dan memainkannya.

GoJek di lain sisi adalah sebuah startup yang membantu menghubungkan para sopir ojek dengan penggunanya dengan mudah, sehingga perkembangan GoJek pun cukup pesat karena formula yang digunakan, yaitu memberi inovasi teknologi pada sebuah jasa transportasi merakyat yang sudah dikenal oleh banyak orang. Lalu mengapa GoJek mengambil keputusan untuk menjadi sponsor utama olahraga dengan jumlah penonton terbanyak di Indonesia?

Pada acara seminar Techinasia 2016 yang lalu, Nadiem Makarim selaku CEO GoJek mengisyaratkan secara tidak langsung bahwa untuk kedepannya GoJek akan berfokus pada fitur Go-pay untuk menjadi salah satu e-money di Indonesia sehingga apapun yang masyarakat lakukan akan melalui aplikasi GoJek dengan menggunakan saldo Go-pay. Dengan kata lain, GoJek tertarik untuk menggarap bisnis Financial Technology (FinTech) dengan mengandalkan basis user data besar yang sudah dimilikinya.

f220e536-f661-4aa9-9254-99b40de637c0_169
Makin jago aja strategi lu dim biar GoJek makin diterima di Indonesia. (Foto: cnnindonesia)

Hal ini didukung juga oleh riset lembaga survei JakPat pada Desember 2016 lalu, dimana persentase penggunaan Go-pay di Indonesia telah mencapai 27,1 persen, berada diurutan keempat setelah Mandiri e-Money (43,8 persen), BCA Flazz (39,1 persen), dan Telkomsel T-Cash (29,1 persen).

Dua kota besar yang menjadi ekspansi pertama GoJek, yaitu Jakarta dan Bandung, juga memiliki dua klub sepakbola dengan sejarah yang panjang dan pendukung fanatik dengan jumlah yang tak sedikit. Persija memiliki suporter mayoritas dari daerah Jabodetabek, di lain sisi Persib Bandung tidak hanya mewakili kota Bandung saja, tetapi menjadi klub kebanggaan Jawa Barat. Rata-rata penonton yang menonton laga klub tersebut secara langsung tidak kurang dari 20.000 penonton.

Selain dua kota tersebut, GoJek juga telah hadir di kota-kota besar Indonesia lainnya seperti Surabaya, Bali, Makassar, Medan, Palembang, Semarang, Yogyakarta, Balikpapan, Malang, Solo, dan Samarinda. Beberapa kota tersebut juga memiliki klub sepakbola ternama dan suporter yang cukup fanatik seperti Persebaya, Arema Cronus, Bali United, PSM Makassar, PSMS Medan, dan lainnya.

Berdasarkan kumpulan data diatas, ada kemungkinan besar dimana penjualan tiket pertandingan Liga 1, terutama yang berlokasi di kota-kota besar yang memiliki klub ternama dan suporter fanatik, akan dilakukan melalui aplikasi GoJek berdasarkan potensi yang bisa digarap.

Pihak GoJek bisa memberikan privilege berupa diskon bagi calon penonton yang membeli tiket pertandingan menggunakan fitur Go-pay dari GoJek atau bagi penonton yang menuju tempat pertandingan dengan menggunakan GoJek. Seperti yang kita ketahui masalah ticketing masih menjadi masalah yang cukup besar di dunia persepakbolaan Indonesia. Dengan adanya fitur Go-pay, maka pihak Liga 1 bisa meminimalisir praktek tiket ganda dan calo yang sering terjadi, serta dapat mencegah penghindaran pajak dari pihak klub yang seringkali tidak memberi data berapa jumlah tiket yang terjual.

Keuntungan lain yang bisa didapat bagi GoJek adalah meningkatnya valuasi perusahaan mereka. Karena seperti yang kita ketahui suatu startup sangat bergantung pada valuasi brand tersebut. Dengan menjadi sponsor liga sepakbola kasta teratas di Indonesia, secara tidak langsung semua orang yang menonton sepak bola minimal akan mengetahui nama GoJek. Hal ini akan berdampak positif pada peningkatan nilai valuasi branding GoJek dan memudahkan mereka berekspansi ke kota lain di Indonesia.

047677200_1456487951-Glenn_Sugita_01
Bisa aja sih Pak Glenn milih GoJek jadi sponsor, hehehe. Senyumnya bisa makin lebar tuh akhir musim nanti. (Foto: liputan6)

Dengan demikian, akan muncul simbiosis mutualisme antara dua pihak. GoJek sebagai sponsor mendapatkan keuntungan dari sisi bertambahnya jumlah pengguna aplikasi dan fitur Go-pay (e-money) serta meningkatnya valuasi brand GoJek. Di sisi lainnya, diharapkan liga Indonesia memiliki branding yang lebih baik dan menjadi lebih profesional dan transparan pada pengelolaan keuangannya, dimana hal tersebut menjadi masalah yang berlarut-larut di masa lalu. Jika berjalan lancar, hasilnya akan saling menguntungkan, bukan?

Pada akhirnya kita tinggal menunggu langkah-langkah yang dilakukan oleh GoJek dan PT LIB. Akankah mereka berhasil membawa sepakbola Indonesia menuju arah yang lebih baik atau tidak.

*Ditulis oleh Reka Primasetyo Mohamad, seorang entrepreneur muda, founder startup pleasurra.com, dan lulusan program studi Master of Business Administration (MBA) di Institut Teknologi Bandung.

Reka menulis artikel ini dan memberikannya pada saya tanggal 20 Maret 2017. Lalu pada tanggal 21 Maret (hari ini), seperti dilansir oleh detik.com, Nadiem pun menjelaskan hal yang sama, seperti yang pernah dijelaskan olehnya di seminar Techinasia 2016.

 

Featured Image: bolazola.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s