Menanti Pengaruh Strobe Glasses Terhadap Kiper-Kiper Swiss

Di era modern saat ini, perkembangan teknologi pun sudah memiliki peran yang penting dalam dunia sepakbola. Segala hal akan dilakukan klub untuk memiliki para pemain yang bugar secara fisik, mumpuni secara teknik, hingga tahan banting secara mental, agar kemungkinan memenangkan pertandingan serta meraih gelar di setiap kompetisi yang diikuti semakin besar.

Kita pernah mendengar tentang Milan Lab yang dahulu sukses menjaga kondisi pemain-pemain Rossoneri, yang berperan besar dalam kesuksesan Milan di awal hingga pertengahan 2000an. Kini, di saat kemajuan ilmu statistik sepakbola meningkat pesat, kita mendengar tentang FC Midtjylland, juara superliga Denmark 2014-2015 yang mengandalkan model analisa data statistik dalam latihan dan juga untuk merekrut pemain yang sesuai kebutuhan klub. Ada juga StatDNA, yang bekerja sama dengan Arsenal untuk masalah statistik para pemain. Belum lagi penggunaan GPSports oleh banyak klub untuk menilai parameter fisik para pemain mereka saat latihan dan pertandingan (biasanya saat pramusim), serta penggunaan Google Glass seperti yang dipakai oleh asisten pelatih Atletico Madrid, German Burgos.

Semua contoh-contoh di atas merupakan bukti bahwa sepakbola sudah semakin ‘melek’ teknologi. Tak heran jika banyak klub beramai-ramai memperkuat kualitas tim mereka dengan fasilitas latihan yang terbaik.

Penggunaan strobe glasses oleh tim nasional Swiss

Yang terbaru, penggunaan teknologi juga digunakan oleh tim nasional Swiss. Dalam sesi latihan mereka dalam mempersiapkan diri melawan Latvia di kualifikasi Piala Dunia 2018 Grup B pada 25 Maret 2017, dua kiper Swiss, yaitu Yann Sommer dan Marwin Hitz, terlihat sedang berlatih dengan memakai sebuah strobe glasses.

Strobe glasses tersebut bukan dipakai untuk gaya-gayaan tentunya, karena kacamata hitam tersebut merupakan produk keluaran perusahaan asal Jepang, VisionUp, yang dapat membantu kiper meningkatkan performa mereka serta dapat mencegah penurunan ketajaman mata dalam melihat akibat efek penuaan.

Salah satu kemampuan strobe glasses tersebut adalah menciptakan efek gerak lambat bola (slow motion) berdasarkan jumlah kedipan mata sang pemakai, sehingga dapat memudahkan mereka dalam mengantisipasi arah tembakan-tembakan para pemain lawan. Selain itu, kacamata ini juga dilengkapi dengan kemampuan untuk sesekali ‘membutakan’ para kiper dalam waktu singkat. Dengan kondisi yang dibuat gelap sesaat tersebut, mata akan dirangsang untuk bergerak lebih cepat, sehingga mata Sommer dan Hitz diharapkan bisa lebih ‘awas’ terhadap pergerakan dan perputaran bola.

nintchdbpict000310492442-e1490125111489.jpg
Harganya 357 pounds per buah. Lumayan mahal untuk PNS. (Foto: thesun.co.uk)

Kacamata yang menggunakan sumber daya baterai tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan bereaksi para kiper Swiss ini saat bertanding, siapapun yang diturunkan oleh pelatih Vladimir Petkovic.

Apakah strobe glasses itu memberikan hasil yang diinginkan dalam pertandingan? Sejauh ini sih, hasilnya terlihat demikian. Swiss berhasil mengalahkan Latvia, dan Sommer yang diturunkan sebagai starter pun berhasil mencatat clean sheet. Hasil ini pun membuat Schweizer Nati tetap memuncaki klasemen Grup B serta berhasil menjaga selisih tiga poin dari Portugal yang menguntit di peringkat dua. Sebuah hasil yang harus mereka jaga tentunya bila ingin lolos langsung ke Rusia.

Namun, terlepas dari kemenangan tersebut, ada satu hal yang menjadi pertanyaan. Apakah strobe glasses itu memang berpengaruh besar dalam kemenangan Swiss tersebut?

Pertama, bisa jadi memang hal itu berpengaruh. Mungkin saja tingkat fokus dan ketajaman pandangan mata Sommer terhadap pergerakan bola lebih baik dari sebelumnya, sehingga ia bisa lebih sigap dalam membaca arah bola dan mampu menahan tembakan pemain Latvia. Namun yang perlu dilihat juga, lawan mereka adalah Latvia, yang notabene bukan tim kuat. Pada pertandingan itu pun Latvia hanya mencatatkan 1 tembakan ke gawang. Permainan pun lebih didominasi anak-anak Swiss.

Sehingga, diperlukan lawan yang lebih hebat dibandingkan Latvia untuk menguji manfaat penggunaan strobe glasses tersebut. Khusus di grup B, mungkin Portugal bisa menjadi ujian yang paling pas. Apalagi mereka mempunyai pemain-pemain yang lebih berkualitas dan memiliki tendangan yang lebih kencang dan keras, contohnya Cristiano Ronaldo.

Lagipula, memang agak naif bila mengatakan bahwa kemenangan Swiss disebabkan oleh strobe glasses. Bisa dibilang kacamata tersebut hanya membantu meningkatkan kualitas Sommer, Hitz, dan Roman Buerki (kiper Swiss yang lain, dan rasanya tidak mungkin ia tidak mencoba kacamata tersebut) saja. Namun bila permainan para pemain outfield Swiss yang lain tetap memble, hasilnya pun akan tetap tidak bagus.

Perbaikan performa para kiper Swiss

Tampaknya, penggunaan strobe glasses ini merupakan salah satu upaya Petkovic untuk menolong ketiga kipernya agar tampil lebih baik. Apalagi, performa mereka musim ini sedang tidak begitu bagus, terutama Sommer sebagai kiper utama Schweizer Nati.

Meski ketiganya menjadi kiper utama di klub masing-masing, namun jumlah kebobolan mereka cukup besar. Dikutip dari transfrmarket.com, Sommer baru membuat 11 penyelamatan, 11 clean sheet, dan sudah kebobolan 55 gol dalam 40 partai di semua kompetisi bersama Borussia Mönchengladbach. Sedangkan Hitz, yang bermain dalam 27 partai di seluruh kompetisi bersama Augsburg musim ini, baru membuat 7 penyelamatan, 6 clean sheet, dan sudah kebobolan 37 gol. Bisa dibilang, rapor Buerki lebih baik. Jumlah penyelamatannya dan clean sheet-nya sama dengan Sommer, namun ia baru kebobolan 23 gol dari 27 partai di seluruh kompetisi bersama Borussia Dortmund (ia sempat absen dalam 8 partai karena cedera patah tangan dan 3 kali duduk di bench).

Romania v Switzerland - EURO 2016 - Group A
Mungkinkah strobe glasses akan membuat Sommer semakin jago menahan penalti? (Foto: squawka.com)

Hanya saja, Buerki lebih beruntung karena mempunyai rekan-rekan setim yang kualitasnya lebih baik di Dortmund musim ini. Jika melihat klasemen Bundesliga, posisi Dortmund (3) memang lebih baik ketimbang Mönchengladbach (10) dan Augsburg (14). Di kompetisi Eropa dan DFB Pokal pun hanya Dortmund yang masih bertahan. Sehingga hal ini membuktikan bahwa kehebatan kiper pun harus selaras dengan performa baik dari rekan-rekan setimnya yang lain.

Mungkin strobe glasses ini dipakai karena Petkovic ingin menaikkan rasa percaya diri para kiper Swiss ini agar performa negatif mereka (terutama Sommer dan Hitz) di klub tidak menular ke timnas Swiss. Apalagi Swiss sedang dalam tren bagus, yaitu selalu menang dan kebobolan 3 gol saja dalam 5 partai kualifikasi sejauh ini. Sehingga, bila kualitas teknik para kiper Swiss bisa ditingkatkan dengan latihan menggunakan strobe glasses, diharapkan peluang mereka untuk menjuarai Grup B akan semakin besar.

Akhirnya, menarik untuk kita nantikan, apakah latihan dengan menggunakan strobe glasses tersebut dapat membantu Swiss melaju dengan sempurna untuk meraih tiket langsung ke Piala Dunia 2018 nanti. Menarik juga untuk dinanti, apakah selepas jeda internasional nanti, Hitz, Sommer, dan Buerki dapat memperbaiki penampilan mereka dan membantu klubnya untuk meraih posisi klasemen Bundesliga yang lebih baik di akhir musim.

Bila penampilan individu mereka semakin membaik berkat kacamata tersebut, bukan tidak mungkin penggunaan strobe glasses ini akan diikuti oleh kiper-kiper lain di masa depan.

Featured Image : thesun.co.uk

Advertisements

5 thoughts on “Menanti Pengaruh Strobe Glasses Terhadap Kiper-Kiper Swiss

  1. Swiss emang lagi bagus2nya sih, kalau nggak salah mereka udah ketemu Portugal dan menang 2-0.

    Tapi saya rasa penggunaan kacamata canggih itu nggak terlalu berpengaruh banyak. Lain halnya kalau dipakai pas pertandingan, efek slow motion nya pasti akan sangat membantu hehehe

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s