Foul Football, Kombinasi Sejarah Dan Humor Sepakbola

Berdasarkan pengalaman pribadi selama ini, saya berkesimpulan bahwa pada umumnya orang menyukai sejarah. Namun ketika membahas sejarah apa yang disukai oleh mereka, itu lain soal. Ada yang menyukai sejarah peradaban masa lampau, ada yang menyukai sejarah politik suatu negara (dalam hal ini Indonesia), hingga ‘sekedar’ sejarah grup musik favorit.

Bagi para penggemar sepakbola, maka dapat dipastikan mereka cukup menyukai sejarah sepakbola, minimal sejarah klub jagoan mereka. Untuk para maniak sepakbola, cakupan peristiwa yang dipelajari jauh lebih luas lagi.

Namun pernahkah anda menemukan catatan literatur/buku yang memuat kumpulan kisah konyol yang pernah terjadi di dunia sepakbola, baik di dalam dan luar lapangan? Untuk pertama kalinya, saya berhasil menemukannya, meski secara tidak sengaja. Buku tersebut berjudul ‘Foul Football: The Bootiful Game’.

20170408_184101.jpg
Bukunya emang second, tapi ilmu yang didapat benar-benar brand new. (Foto: Adhi Prasetya)

Hanya dari judulnya (yang memplesetkan kata ‘beautiful’ menjadi ‘bootiful’) saja sudah menjelaskan bahwa buku ini berisi kisah-kisah konyol dan menarik. Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas lebih lanjut mengenai buku ini.

Michael_coleman
Sang penulis. Ia penggemar West Ham United. (Foto: wikipedia)

Ditulis oleh penulis ternama asal Inggris, Michael Coleman, karya yang merupakan bagian dari seri buku Foul Football ini mengombinasikan sejarah dan humor dalam sepakbola dengan apik. Kisah yang diambil terfokus di dataran Inggris Raya, mulai dari sejarah sepakbola Inggris Raya yang (katanya) dimulai pada abad ke-8 hingga pada zaman modern saat ini (buku ini dirilis pada 2009, sehingga sejarah yang dibahas pun hanya sampai periode tersebut).

Buku setebal 143 halaman dan ditulis dalam bahasa Inggris (bukunya memang terbitan luar sih) ini terbagi dalam 9 sub-judul sebagai berikut.

  1. Introduction

Singkatnya, bab ini berisi panduan awal sebelum membaca buku ini. Panduan awal yang menggambarkan bagaimana brutal dan lucunya pengaruh sepakbola di masa lampau.

Late tackle
Salah satu gambar di bab pendahuluan ini cukup memberi gambaran tentang konyolnya isi buku ini. (Foto: Adhi Prasetya)

Sebuah pengantar yang menjelaskan pada kita bahwa di bab-bab berikutnya, kisah-kisah konyol akan segera menanti kita.

  1. Foul Football

Perjalanan kita dimulai di sini. Bab ini menjelaskan sejarah awal sepakbola di tanah Inggris Raya, serta bagaimana akhirnya sepakbola dimainkan oleh masyarakat Inggris Raya. Kisah tentang berdirinya FA (asosiasi sepakbola Inggris) dan juga proses terciptanya peraturan sepakbola juga dijelaskan disini.

soccer
Ini dia kisah asal mula kata ‘soccer’. (Foto: Adhi Prasetya)

Kisah terciptanya peraturan sepakbola (association football) di Inggris Raya hingga perubahannya dari masa ke masa dijelaskan dengan timeline yang mengasyikkan, karena yang diceritakan adalah kisah konyol dibalik terciptanya peraturan tersebut.

  1. Foul Footballers

Pada bab ini, Michael menjelaskan bagaimana peran pesepakbola di setiap posisi hingga apa yang dibutuhkan untuk menjadi pesepakbola. Saran saya, jangan dengarkan sarannya, hehe.

Zamora
Inilah kelakuan Zamora, kiper Spanyol yang namanya dijadikan penghargaan untuk kiper dengan rasio kebobolan terendah di La Liga Spanyol. (Foto: Adhi Prasetya)

Bab ini juga menjelaskan kisah-kisah konyol tentang cedera pemain, kelakuan pemain, hingga sejarah singkat perkembangan sepatu sepakbola. Tidak lupa, kisah singkat seorang legenda sepakbola Inggris, Stanley Matthews, dijelaskan disini

  1. Foul Football Clubs

Intinya, bab ini menjelaskan tentang segala hal terkait klub sepakbola. Mulai dari asal mula terbentuknya, nama awal mereka (beberapa terdengar cukup aneh), timeline perkembangan peralatan dan kostum tim sepakbola (football kit) dari masa ke masa, kisah tentang nama julukan klub, ruang ganti, lapangan bermain, hingga tragedi di stadion yang melibatkan klub-klub Inggris Raya (yang ini cukup sedih sih).

Arsenal
Fans Arsenal tahu nggak nih? (Foto: Adhi Prasetya)

Tidak lupa,  sejarah menarik tentang stadion kebanggaan rakyat Inggris, Wembley, juga dibahas di sini.

  1. Foul Football Competitions

Pada bab ini, Michael menjelaskan tentang kompetisi sepakbola profesional Inggris, mulai dari Liga Inggris, Piala FA, serta Piala Liga. Tidak lupa juga timeline perkembangannya dari masa ke masa (hanya Liga Inggris dan Piala FA saja).

Denis Law
Salah satu kisah konyol  di Piala FA. Denis mencetak 7 gol, namun timnya tersingkir! (Foto: Adhi Prasetya)

Tidak lupa juga, sejarah singkat mengenai beberapa kompetisi di Inggris yang sudah punah saat ini (defunct) dijelaskan di sini.

  1. Foul Foreign Football

Nah, di bab ini kita akan membaca tentang kisah timnas Inggris di kancah internasional serta perjalanan klub-klub Inggris Raya di kompetisi antar klub Eropa.

Play in europe
Inilah komentar pihak Football League di periode 1950an, kala mereka tak menyarankan klub Inggris Raya untuk mengikuti kompetisi antarklub Eropa. (Foto: Adhi Prasetya)

Bagaimana dengan kisah Piala Dunia 1966? Tenang saja, dijelaskan juga di sini, namun dengan cara yang konyol, hehe.

Bobby Moore
Cuci dulu tanganmu, Bobby. (Foto: Adhi Prasetya)
  1. Foul Football Managers

Bab ini termasuk yang paling seru (yang lain juga seru, tapi bab ini terasa beda), karena terkait dengan peran seorang pelatih.

Mulai dari kisah konyol tentang taktik, formasi, metode latihan, transfer pemain, asal mula gaji pemain, pengaturan skor (dan ‘dugaan’ pengaturan skor, yang ternyata bukan!), hingga komentar-komentar aneh yang pernah terlontar oleh para pelatih.

  1. Foul Referees

Menjelang akhir buku, barulah wasit dibahas. Apa yang dibahas? Mulai dari perkembangan tugas wasit di lapangan hingga keputusan konyol dan buruk yang pernah dibuat oleh wasit.

Football match cancelled
Menurut  buku ini, semua alasan tersebut pernah dipakai di zaman dulu. (Foto: Adhi Prasetya).

Oh, tidak lupa, ada kisah perlakuan iseng seorang pemain yang diberi kartu merah kepada wasit dan sejarah unik terkait tendangan penalti.

  1. Foul Fans

Akhirnya, yang dinanti-nanti. Last but not least, suporter! Pada bab penutup ini, dijelaskan tentang kisah-kisah lucu terkait para suporter sejati ini.

Free ticket for women
Di abad 19, wanita diistimewakan dalam menonton sepakbola. (Foto: Adhi Prasetya)

Namun, jangan harap akan menemukan cerita terkait hooligans, karena Michael tidak mau menulis tentang mereka yang menurutnya sebagai ‘biang onar’.

Untitled
Sedikit ruang untuk hooligans di buku Foul Football. (Foto: Adhi Prasetya)

Selain itu, di bab ini juga dijelaskan mengenai sejarah liputan sepakbola, mulai dari koran, televisi, radio, hingga iklan dalam siaran sepakbola.

Iklan
Dasar Yankees!! (Foto: Adhi Prasetya)

***

Begitulah isi bukunya. Menarik, kan? Buku ini memang sangat menarik untuk dibaca, terutama untuk para penggemar sepakbola dan humor. Kisah-kisah di dalam buku tersebut membuat sesekali kita berpikir, ‘ternyata pernah ada kejadian kayak gitu ya’.

Selain itu, buku ini juga dilengkapi dengan kuis-kuis menarik seputar sejarah konyol sepakbola, timeline suatu perkembangan yang terjadi di sepakbola dari masa ke masa (mulai dari peraturan, kostum pemain, sejarah liga, dan lain-lain), hingga trivia yang informatif (tentang kisah lucu tentunya), sehingga para pembaca pun tidak merasa bosan.

FA cup
Salah satu timeline kisah unik Piala FA. (Foto: Adhi Prasetya)

Kekurangannya, buku ini tidak ditemukan edisi bahasa Indonesia-nya, sehingga menyulitkan orang-orang yang ingin membacanya. Apalagi, buku ini kelihatannya juga sudah tak dijual lagi di toko-toko buku impor (kembaran saya membelinya di toko buku second). Selain itu, timeline buku ini hanya sampai tahun 2008-2009. Sehingga, banyak kisah-kisah saat ini yang tak tertulis.

Padahal, ada beberapa kisah yang saya rasa bisa masuk dalam buku ini jika Michael Coleman membuat edisi revisinya, contohnya saja blunder Robert Green (kiper Inggris) di Piala Dunia 2010 atau kelakuan Mario Balotelli selama membela Manchester City. Untuk sekedar info, buku ini awalnya di-publish pada tahun 1997, sehingga buku yang saya miliki ini memiliki cukup banyak revisi.

Namun, secara keseluruhan, buku ini sangat menambah ilmu pengetahuan tentang sepakbola dan juga sebagai sumber hiburan bagi para pembacanya.

Baiklah, sebagai penutup, saya akan memberikan sejumlah kisah unik yang tertuang di buku ini, sehingga para pembaca bisa sedikit merasakan serunya membaca buku Foul Football ini, hehe.

  1. Langit adalah batasnya!

Tahun 1848, tidak ada batas tinggi gawang di sepakbola, sehingga tendangan penalti Sergio Ramos yang melambung di atas mistar pada semifinal Liga Champions 2012 melawan Bayern Munchen pun akan dianggap masuk. Akhirnya peraturan diubah pada tahun 1863 agar skor dalam suatu pertandingan tidak menyentuh angka 75-75 lagi. Edun, itu pertandingan sepakbola atau basket?

  1. Awas anjing galak !

Tahun 2008, Liam Lawrence (Stoke City) pernah mengalami cedera engkel karena terjatuh dari tangga di rumahnya akibat tersandung oleh anjingnya sendiri.

  1. Serakah membawa sengsara

Tahun 1959, sekelompok fans Norwich City pernah menceburkan seorang calo tiket ke sungai Wensum karena menaikkan harga tiket pertandingan Piala FA melawan Tottenham Hotspur hingga 15 kali lipat dari harga awal! Lagian kemahalan sih. Kena deh tuh calo.

Calo
Kalo di sini, calo tiket dibawa ke kantor Kemenpora! (Foto: Adhi Prasetya)
  1. Yang terjadi di lapangan, tidak selesai di lapangan

Tahun 1996, John Neilson, pemain Easthouses Lily, yang bermain di liga East of Scotland (kasta ke-6 sepakbola Skotlandia), dihukum larangan bermain oleh FA Skotlandia selama 2 tahun. Mengapa? Pada suatu pertandingan, ia mendapat kartu merah, namun saat menuju ruang ganti, ia malah ‘nyelonong’ masuk kamar ganti wasit dan menggunting kaos kaki wasit tersebut yang tersimpan di ruang ganti. Dendam kesumat ya sama wasitnya.

Kaos kaki
Sakit hati bung dikartumerah! (Foto: Adhi Prasetya)
  1. Mencetak gol saat tidur

Pada tahun 1950an, Nat Lofthouse, pemain timnas Inggris, pernah mencetak gol dalam keadaan tak sadarkan diri. Kala melawan Austria, ia bertabrakan dengan penjaga gawang Austria, namun masih bisa menendang bola. Sebelum bolanya masuk, ia pingsan.

  1. Lengah membawa sesal

Pada final Piala FA Skotlandia antara Glasgow Rangers dan Partick Thistle, Jim Bowie (pemain Rangers) keluar lapangan sebentar karena ingin mengganti celananya yang robek. Sialnya, pemain yang harusnya ia jaga selama pertandingan malah berhasil mencetak gol tunggal pertandingan tersebut. Rangers akhirnya kalah. Pasti nyesel banget ya.

  1. Seabad pun akan kulewati, yang penting kita berjumpa lagi

Sebuah pertandingan pernah dimulai di satu abad, dan berakhir di abad berikutnya! Hal itu terjadi pada pertandingan antara West Ham dan Milwall. Pertandingan dimulai pada tanggal 23 Desember 1899 (abad 19) dan dihentikan pada menit ke-70 karena kabut. 20 menit sisa pertandingan diselesaikan ketika mereka bertemu lagi pada tanggal 28 April 1900 (awal abad 20).

  1. Lapangan = kebun bunga

Sebelum akhirnya dilarang, manajer Wolverhampton Wanderers di era 1930an, Frank Buckley, selalu menyiram lapangan dengan air setiap kali Wolves bermain di kandang. Alasannya, ia berpikir bahwa timnya bermain lebih baik saat bermain di lapangan yang basah. Aneh kan?

Wolves
Bebek aja tahu kapan Wolverhampton bakal main. (Foto: Adhi Prasetya)
  1. Weirdest training method ever?

Ini tidak kalah aneh. Kala menangani Manchester City pada tahun 1971-1973, Malcolm Allison pernah memberikan selembar fotokopi tulisan kepada setiap pemainnya. Tujuannya agar mereka bisa memotivasi diri mereka sendiri dengan tulisan tersebut. Apa isi tulisannya? ‘Every day, in every way, I am getting better and better, physically and mentally’. Well, okay.

  1. Itu bolaku, bukan bolamu

Pada pertandingan final Piala Dunia 1966 yang dimenangkan Inggris, Geoff Hurst, sang pencetak hat-trick, ingin menyimpan bola di partai final sebagai kenang-kenangan. Namun, Helmut Haller, pencetak gol pertama Jerman di partai tersebut juga berpikiran sama. Setelah pertandingan, Haller menyimpan bola tersebut dibalik kausnya. Akhirnya ia berhasil membawanya pulang ke Jerman.

Helmut
Sembunyikan sebelum ketahuan Hurst! (Foto: Adhi Prasetya)

Masih banyak kisah unik lainnya dalam buku tersebut yang tak bisa dijelaskan satu-satu. Namun setidaknya sekarang sudah terbayang kan, buku seperti apa Foul Football ini?

Featured Image: Adhi Prasetya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s