Sirigu Masih Ada

Pemandangan menarik muncul di menit-menit akhir pertandingan La Liga Spanyol antara Atletico Madrid melawan Osasuna yang berlangsung pada Sabtu, 15 April lalu. Dalam dua menit, Atletico berhasil mendapatkan dua penalti, tepatnya di menit 89 dan 90. Yang pertama akibat pelanggaran kiper Osasuna, Salvatore Sirigu terhadap Angel Correa, sedangkan yang kedua didapat dari handball gelandang Osasuna, Miguel Angel de las Cuevas.

Mendapat hukuman penalti sebenarnya hal yang biasa saja, namun yang menarik adalah saat kedua penalti Atletico tersebut mampu digagalkan oleh Sirigu. Memang, skor akhir tetaplah 3-0 untuk Atletico berkat gol dari Yannick Ferreira Carrasco (2 gol) dan Filipe Luis. Namun, performa heroik kiper pinjaman dari Paris Saint-Germain ini di menit-menit akhir mampu mencegah Osasuna kalah lebih telak.

giphy sirigu1
Carrasco gagal bikin hat-trick gara-gara Sirigu.

Yang lebih penting, Sirigu pun membuktikan bahwa kualitasnya sebagai kiper top di Eropa masih belum luntur. Pada pertandingan tersebut, Sirigu juga berhasil mencatatkan hasil yang cukup baik. Hanya 3 dari 8 tembakan ke gawang Atletico yang berhasil menjadi gol. Catatan penyelamatan penaltinya pun menjadi 3 dari total 4 penalti yang dihadapinya musim ini.

giphy sirigu2
Masih aja nendangnya ke kiri.

Memang sejauh ini Sirigu hanya mencatat 1 cleansheet dalam 12 partai, namun jika melihat kualitas Osasuna musim ini yang berstatus juru kunci klasemen La Liga, hal tersebut menjadi wajar.

Berada di sebuah tim yang tak begitu tangguh, Sirigu masih sanggup membuat rataan 2,8 saves per partai di La Liga sejak bergabung dengan Osasuna pada Januari lalu. Hasil ini jauh lebih baik ketimbang catatan Sirigu di dua musim terakhirnya di Ligue 1 sebagai kiper utama PSG (hanya 2,1 saves per partai di musim 2013/14 dan 2014/15).

Jika Sirigu mampu menjaga penampilannya sampai akhir musim, bukan tidak mungkin ada klub besar yang akan merekrutnya kembali di musim depan.

Meski dipinggirkan, namun tetap berkualitas

Dua musim terakhir bisa dibilang merupakan masa-masa kelam Sirigu sebagai kiper. Selama kurun waktu tersebut, ia hanya bermain sebanyak 27 kali (sampai 16 April 2017). Sejak kedatangan Kevin Trapp ke kubu Les Parisiens di awal musim 2015-16, praktis ia hanya menjadi penghangat bangku cadangan PSG dan hanya sering diturunkan di kompetisi sekelas Coupe de France dan Coupe de la Ligue. Pada musim itu Sirigu hanya tampil sebanyak 12 kali di seluruh kompetisi bersama PSG, tanpa sekalipun bermain di Liga Champions. Namun, hebatnya ia masih mampu mencatatkan 7 cleansheet.

2017020213291325582.jpg
Osasuna memberikannya kesempatan bermain, bukan hanya sekedar latihan. (Foto: navarra.elespanol.com)

Tak tahan dicadangkan lagi, ia pun bersedia dipinjamkan ke Sevilla untuk musim 2016-17. Apalagi pelatih baru PSG, Unai Emery, memulangkan kiper muda Alphonse Areola. Namun, di Sevilla ia gagal beradaptasi dengan cepat. Sirigu hanya diberi kesempatan main 3 kali saja selama setengah musim di sana. Ia kalah bersaing dengan kiper ketiga timnas Spanyol, Sergio Rico. Meski begitu, ia mampu membuat rataan 2,5 saves per partai di La Liga, meskipun gagal mencatat cleansheet. Akhir Januari 2017, ia pun bersedia pindah ke Osasuna, dan berhasil menyegel posisi kiper utama.

Tergeser karena kebutuhan taktik

Sirigu sebenarnya adalah kiper yang berkualitas. Namun sama seperti Joe Hart yang tersingkir dari Manchester City, Sirigu pun tersingkir dari PSG karena kebutuhan taktik. Laurent Blanc, pelatih PSG kala itu lebih memilih Trapp karena ia dianggap memiliki kemampuan memainkan bola di kaki dan aerial ability yang lebih baik dari Sirigu.

Selain itu, Sirigu juga dianggap bukanlah kiper yang tepat untuk menjaga gawang PSG di Liga Champions, kompetisi yang sangat ingin dimenangkan PSG. Memang di musim sebelum Trapp datang, Sirigu dikritik karena masalah inkonsistensi.

salvatoresirigu-cropped_1guebuab4s3tt1jvdrqdoib4qb
Setidaknya ia tak pernah kebobolan 6 kali dalam satu pertandingan ketika membela PSG. (Foto: goal.com)

Awalnya, PSG hanya mengatakan ingin memberi saingan pada Sirigu, seperti halnya tim-tim besar Eropa lainnya yang memiliki dua kiper berstatus inti. Namun Sirigu mengatakan hal lain. Menurutnya, tidak pernah ada persaingan posisi kiper di PSG.

“Tak pernah ada ‘persaingan sehat’ antara aku dan Kevin Trapp. Aku kecewa. Masalahnya bukan waktu bermain, namun fakta bahwa aku tak pernah masuk pertimbangan.,” ujar Sirigu, seperti dikutip dari Goal.

Peluang ke Rusia 2018

Ada alasan lain mengapa Sirigu harus terus bermain baik di Osasuna agar bisa pindah ke klub yang lebih besar dan menyegel posisi kiper utama di musim depan. Alasan itu adalah Piala Dunia 2018.

Ya, hanya tersisa semusim lagi untuknya menarik perhatian Gian Piero Ventura, pelatih timnas Italia. Sialnya, kini Sirigu harus bersaing dengan banyak kiper. Gianluigi Donnarumma sekarang sudah menempati posisinya. Jangan lupakan juga Alex Meret dan Mattia Perin.

Barzagli-Sirigu-Bonucci-italia-calcio-foto-twitter-uefa-euro-2016-800x533-800x533.jpg
Masih bercita-cita memakai seragam Italia pastinya. (Foto: oasport.it)

Namun, ia masih memiliki bekal pengalaman yang lebih banyak ketimbang kiper-kiper tersebut. Bila ia mampu menjaga penampilannya, bukan tidak mungkin ia akan kembali ke skuad Gli Azzurri, tempat yang sudah cukup lama ditinggalkannya, dan ikut berangkat ke Rusia jika Italia berhasil lolos.

Statistik : whoscored, squawka, transfermarkt

Featured Image : skysports.com

Advertisements

4 thoughts on “Sirigu Masih Ada

      1. Iya mas, bakal seperti itu kemungkinannya. Ga mungkin mereka mau satu tim, apalagi masih ada Alisson Becker juga yang jadi kiper utama timnas Brazil. Masa kiper timnas tiga biji disitu semua haha.

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s