Billy Keraf, Berkah Dibalik Musibah(?)

Billy mungkin tak akan tampil andai Angga tak cedera.

Pada Sabtu 22 April lalu, Persib ditahan imbang 2-2 oleh tuan rumah PS TNI di Stadion Pakansari, Bogor. Keunggulan 2 gol yang dibuat di awal babak kedua ternyata tak mampu dipertahankan Maung Bandung. Konsentrasi yang buyar di akhir babak kedua membuat The Army mampu mencetak dua gol di lima menit akhir babak kedua.

Namun, meskipun hasil akhir tak begitu memuaskan para pendukung Persib, mereka setidaknya bisa melihat sebuah aksi yang cukup memukau dari rekrutan baru mereka, Billy Keraf. Masuk di menit 36 menggantikan Angga Febriyanto yang cedera, pemuda yang belum genap berusia 20 tahun ini langsung menyihir seisi Pakansari dengan aksinya. Tak ada kecanggungan yang terlihat, hanya ada sosok pemuda yang ingin menunjukkan kemampuannya dan membawa timnya menang.

Puncak kegemilangannya tentu saja saat ia dengan tenangnya mengirimkan assist untuk Atep dan menjadikan Persib unggul 2-0. Sayangnya, ia hanya bermain tak lebih dari 40 menit. Pelatih Persib, Djadjang Nurdjaman, memasukkan Carlton Cole untuk menggantinya yang sudah kelelahan.

giphybilly.gif
Congkel sedikit, kemudian bam!

Sialnya, Cole tak memberikan dampak yang nyata seperti Billy sampai pertandingan usai. Sehingga saat pertandingan selesai, banyak pihak yang mengkritik Pak Djadjang karena dianggap ‘salah strategi’.

Meski tak bermain sampai tuntas, penampilan debutnya itu pun langsung menjadi topik hangat sepakbola nasional. Sedangkan untuk pendukung Persib, dirinya kini menjadi idola baru.

Signing kontrak, 2 hari kemudian langsung main

Billy mungkin tak akan menjadi pemain Persib di musim ini bila kebijakan terkait pemain U-23 tak pernah ada. Ia direkrut oleh manajemen Persib sebagai penambal kekosongan stok pemain muda akibat ditariknya Gian Zola dan Febri Haryadi ke pemusatan latihan timnas U-22 yang bersiap mengikuti Sea Games 2017.

Setelah melihat tak adanya pemain-pemain diklat muda Persib yang layak untuk dipromosikan ke tim senior, Pak Djadjang pun akhirnya memberinya kesempatan trial. Hasilnya pun memuaskan, sehingga pada Rabu 20 April, ia resmi dikontrak semusim oleh Persib.

billy
Kontrak profesional pertamanya. (Foto: @fulgensiusbilly)

Setelah resmi dikontrak, sebenarnya Pak Djadjang tak berencana menurunkannya dalam partai melawan PS TNI. Billy pun berujar bahwa ia sebenarnya ingin menonton pertandingan tersebut di rumah bersama orang tuanya. Namun siapa sangka ia dipanggil untuk menyusul rombongan tim ke Bogor dan masuk ke dalam daftar susunan pemain Persib untuk pertandingan hari Sabtu, 22 April lalu. Bahkan akhirnya ia diturunkan oleh Pak Djadjang setelah Angga tak sanggup melanjutkan permainan karena cedera.

Sejak itu, dimulailah kiprah Billy di sepakbola profesional Indonesia.

Tak kuat main se-babak

Harus diakui, kemampuannya selama bermain melawan PS TNI cukup mengundang decak kagum para pengamat sepakbola. Visi bermain, positioning, teknik, hingga kecepatannya tergolong baik untuk pemain yang belum pernah bergabung bersama klub profesional. Beberapa media sepakbola sampai menganalisis kiprah Billy secara teknis.

billy_pstni_jat
Belum kuat main 90 menit. (Foto: persib.co.id)

Namun, meski pemuda asal Flores ini merupakan jebolan timnas U-19, ia masih memiliki kekurangan yang cukup mendasar, yaitu ketahanan fisiknya yang dibawah rata-rata. Setidaknya itulah yang menjadi alasan tim pelatih Persib menggantinya di menit 74. Jika kita lihat menit bermainnya, total ia hanya bermain selama 38 menit, artinya kurang dari satu babak. Tentu bukan hal yang bagus untuk ukuran pemain profesional.

“Billy saya kasih PR (pekerjaan rumah) tadi pagi. Kemarin juga coba bayangin sekelas sama Sergio (Van Dijk) aja yang lama tidak latihan saja Billy tidak bisa ngimbangin, parah sekali kondisi dia karena dia baru bergabung sama tim.

Parah sekali kondisi fisiknya, karena dia baru bergabung dengan tim profesional seperti kita, belum pernah mengikuti latihan yang teratur seperti kita. Tadi dia latihan sama Beni (fisioterapis Persib) dan ada 2 pos lagi yang bisa diikuti.”Djadjang Nurdjaman, 25 April 2017.

Ya, sebelumnya ia tak pernah menjalani latihan secara teratur layaknya pesepakbola pro. Meski tergabung dalam SSB Asiop Jakarta yang sudah cukup terkenal dalam pembinaannya, namun tetap saja porsi latihannya berbeda dengan klub profesional. Terlebih lawannya di Liga 1 bukan lagi seumur dengannya.

PSTNI-PERSIB-PAKANSARI-22-APRIL-LIGA1-PEMANASAN-billy-keraf-2
Latihan fisik yang rajin ya. (Foto: simamaung.com)

Hal inilah yang kini menjadi fokus tim pelatih Persib terhadapnya. Jika kondisi fisiknya sudah sesuai harapan, maka kemampuan bermainnya bisa digunakan secara maksimal, baik saat latihan maupun pertandingan resmi.

Potensi ditarik Luis Milla

Penampilan Billy saat melawan PS TNI langsung dibanding-bandingkan dengan Febri Haryadi, pemain yang menempati posisi yang sama dengannya. Bahkan, dalam beberapa kondisi, ia dianggap lebih baik ketimbang Febri, salah satunya adalah masalah positioning dan visi bermain.

Febri dinilai masih terlalu mengandalkan kecepatan dan sering berada di dekat garis lapangan, berbeda dengan Billy yang bermain lebih ke tengah dan lebih cerdas dalam mengambil keputusan.

Tentu saja penilaian ini masih terlalu awal, apalagi hanya dengan melihat satu partai saja. Billy masih harus membuktikan kemampuannya di partai-partai berikutnya sehingga ia mampu bersaing merebut tempat utama di lini tengah Persib.

Namun keberadaannya kini sudah menjadi sebuah keuntungan bagi Persib. Bila Febri, Zola, dan Angga harus absen membela Persib, ia mampu menjadi pemain muda berkualitas yang mampu meningkatkan performa tim. Pak Djadjang pun jadi punya opsi tambahan pemain muda selain Henhen Herdiana, Agung Mulyadi, Ahmad Basith, dan Puja Abdillah.

milla kompas
Bagaimana Senor, apakah Billy memenuhi kriteria? (Foto: kompas)

Namun, hadirnya Billy bisa menghadirkan kesulitan lagi bagi Persib. Bila ia terus menampilkan performa yang gemilang, bisa saja Luis Milla, pelatih timnas Indonesia, memasukkannya ke dalam skuad timnas U-22. Apalagi Señor Milla masih memonitor pemain-pemain muda yang bermain cemerlang di Liga 1.

Bila kondisi ini menjadi kenyataan, ditambah Febri dan Zola tetap berada di dalam skuad Milla, maka Pak Djadjang bisa semakin kerepotan dalam urusan taktik saat mereka dipanggil, terutama terkait pemakaian pemain U-23 dikarenakan terbatasnya pilihan.

***

Keputusan mendatangkan Billy sudah menjadi sebuah keputusan yang tepat sejauh ini. Meskipun masih memiliki kekurangan yang mendasar, Billy mampu menampilkan permainan layaknya pemain berpengalaman saat menghadapi PS TNI.

Terlepas dari ancaman pemanggilan dari timnas yang menghantui Pak Djadjang, kedatangan Billy dalam skuad Persib sudah memberi warna tersendiri dalam permainan tim kebanggaan masyarakat Jawa Barat itu.

Dengan bantuan pemain-pemain lokal senior plus dua pemain internasional seperti Michael Essien dan Cole, semoga Billy mampu menjadi pemain yang tak hanya diandalkan Persib, namun juga di timnas Indonesia di masa depan.

Siapa sangka, dibalik musibah yang dialami Angga Febriyanto Putra, (mungkin) ada berkah yang muncul dalam diri seorang Fulgensius Billy Paji Keraf.

Featured Image : @fulgensiusbilly

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s