Bye Bye, Wolfsburg(?)

20 tahun kisah di Bundesliga terancam berakhir.

Musim 2008-09 menjadi saat paling bersejarah bagi VfL Wolfsburg. Pasalnya, di akhir musim tersebut klub yang dikuasai pabrikan mobil asal Jerman, Volkswagen ini berhasil menjuarai Bundesliga. Itulah pertama kalinya mereka meraih gelar bergengsi sepanjang sejarah klub.

Kala itu, sebenarnya Die Wölfe tak diunggulkan untuk menjadi juara. Bahkan mereka  masih menempati papan tengah hingga pekan 18. Namun perlahan mereka berhasil menembus papan atas berkat raihan 10 kemenangan beruntun.

Sempat bersaing ketat dengan Bayern Munchen, bahkan memiliki poin sama hingga pekan 32 (63 poin), tim asuhan Felix Magath itu akhirnya mengungguli poin Bayern di pekan 33 karena Bayern bermain imbang 2-2 melawan Hoffenheim, sedangkan Wolfsburg mengalahkan Hannover 5-0. Di pekan terakhir, kedua tim sama-sama menang, sehingga Wolfsburg-lah yang dinobatkan sebagai juara.

Kala itu, Wolfsburg diperkuat oleh pemain-pemain seperti Diego Benaglio, Edin Dzeko, Grafite, Andrea Barzagli, Josue, Makoto Hasebe, hingga Zvjezdan Misimovic. Saat ini, Benaglio adalah satu-satunya pemain dari the 2009 winning team yang masih berada di Wolfsburg.

wolf09
Tak diunggulkan, namun berhasil menjadi juara.

Sayangnya, kisah manis itu hanya tinggal kenangan saja. 8 tahun setelah itu, tepatnya di musim 2016/17 ini, Wolfsburg justru terancam turun kasta. Kekalahan dramatis 1-2 dari Hamburg di pekan 34 membuat mereka menempati posisi 16 klasemen terakhir. Hasil itu membuat kepastian mereka bertahan di Bundesliga harus ditentukan lewat play-off melawan tim Eintracht Braunschweig pada 25 dan 29 Mei mendatang.

Pada dasarnya, Wolfsburg memang tim papan tengah

Sebenarnya, setelah musim bersejarah tersebut, Wolfsburg kembali menjadi klub papan tengah. Selama 5 musim berikutnya, Wolfsburg berturut-turut menempati posisi 8, 15, 8, 11, dan 5 klasemen akhir Bundesliga.

Memang, sejak pertama kalinya bermain di Bundesliga pada musim 1997/98, bisa dibilang papan tengah menuju bawah adalah habitat alami mereka. Sebelum juara, mereka bahkan tak pernah menembus 4 besar Bundesliga. Sehingga, muncul anggapan bahwa keberhasilan mereka di tahun 2009 hanyalah kisah one hit wonder saja.

Namun pada musim 2014/15 mereka kembali ke jajaran elit Bundesliga. Di bawah asuhan Dieter Hecking, Wolfsburg yang kala itu diperkuat pemain-pemain seperti Benaglio, Bas Dost, Kevin De Bruyne, Andre Schurrle, Daniel Caligiuri, Luiz Gustavo, hingga Ivan Perisic berhasil finish sebagai runner-up Bundesliga. Bahkan saat itu mereka juga pernah membantai Bayern 4-1 di pekan 18 Bundesliga. Di musim tersebut mereka juga berhasil meraih gelar DFB-Pokal dan menembus perempat final Liga Europa.

150530_pokalsieger_2015
Gelar DFB-Pokal pertama sepanjang sejarah.

Anggapan bahwa Die Wölfe telah kembali menjadi tim papan atas Bundesliga kembali muncul. Apalagi di musim 2015/16 mereka berhasil melaju hingga perempat final Liga Champions, sebelum kalah agregat 3-2 dari Real Madrid. Meskipun mereka mengakhiri musim di peringkat 8 Bundesliga, namun prestasi di Eropa sedikit menunjukkan sinyal bahwa mereka siap bersaing kembali di papan atas Bundesliga

Kebijakan transfer yang berujung blunder di dua musim terakhir

Meskipun prestasi Wolfsburg cukup baik di Liga Champions, hasil di musim 2015/16 sebenarnya menunjukkan penurunan. Hal ini disebabkan mereka mampu menjadi runner-up di Bundesliga dan melaju hingga perempat final Liga Europa di musim sebelumnya. Penurunan ini dikarenakan kebijakan transfer mereka yang kurang sukses.

Penjualan De Bruyne dan Perisic di musim panas 2015 menghasilkan 93 juta Euro untuk Wolfsburg. Sebanyak lebih dari 50 juta Euro diantaranya dipakai untuk mendatangkan Julian Draxler, Dante, dan Max Kruse. Namun peman-pemain baru tersebut, khususnya Draxler, tak memberikan efek sebesar De Bruyne. Saat Draxler hanya mengemas 6 gol dan 6 assist di musim penuh perdananya bersama Wolfsburg, De Bruyne mencetak 10 gol dan 21 assist di musim sebelumnya. Sangat berbeda jauh sumbangsihnya.

Hal ini diperparah dengan menurunnya ketajaman Bas Dost di depan gawang. Bas Dost yang musim sebelumnya mampu menciptakan 16 gol dalam 21 partai di Budesliga , di musim 2015/16 hanya melesakkan 8 gol dalam 22 partai. Tidak jelas apakah menumpulnya Bas Dost dipengaruhi kepergian De Bruyne atau tidak. Namun selama 4 musim membela Wolfsburg, catatan gol Bas Dost di Bundesliga baru berhasil melewati dua digit angka di musim 2014/15, satu-satunya musim penuh mereka berdua bermain bersama. Sehingga wajar bila menganggap Bas Dost kehilangan tandem yang cocok dengannya.

espnfc
De Bruyne (kiri) dan Bas Dost, menjadi duet terbaik di Bundesliga 2014/15.

Di musim 2016/17, Wolfsburg kembali membuat kebijakan transfer yang cukup heboh. Mereka mendatangkan Mario Gomez, Jeffrey Bruma, Jakub Błaszczykowski, dan Borja Mayoral, namun melepas Bas Dost, Schurrle, Kruse, Dante, dan Naldo.

Sayangnya, Wolfsburg tak bermain sesuai harapan. Entah karena pemain-pemain baru tersebut tak bisa beradaptasi dengan cepat atau strategi Hecking sudah terbaca lawan, sehingga Wolfsburg tak lagi semenakutkan sebelumnya. Sampai pekan ke 7, Wolfsburg hanya menang sekali, kalah 3 kali, dan hanya mencetak 4 gol. Hecking pun akhirnya dipecat oleh manajemen di pertengahan Oktober.

Selain itu, atmosfer tim menjadi kurang kondusif akibat pernyataan Draxler yang ingin meninggalkan klub. Masalahnya, ia gagal pindah di bursa transfer musim panas, sehingga bertahannya ia di klub menimbulkan sedikit gangguan. Ia pun tak lepas dari cemoohan suporter Wolfsburg saat bermain. Akhirnya pada Januari 2017 ia hijrah ke Paris Saint-Germain.

Dua pelatih Wolfsburg berkutnya pun tak membawa hasil yang lebih baik. Valerien Ismael yang menggantikan Hecking hanya memimpin Wolfsburg selama 15 partai Bundesliga, dengan catatan 5 kemenangan, 1 seri, dan 9 kekalahan. Posisi Wolfsburg saat Ismael pergi pun sama dengan saat ia datang, yaitu peringkat 14. Bedanya, dibawah asuhannya Mario Gomez berhasil membuka keran golnya. Sampai akhir musim, ia berhasil mencetak 16 gol di Bundesliga.

Pengganti Ismael, Andries Jonker, sama saja. Mendapat jatah 12 partai sisa, ia hanya berhasil meraih 4 kemenangan, 3 seri, dan 5 kekalahan. Meski catatannya lebih baik ketimbang dua pendahulunya, namun 1 kekalahan di pekan terakhir sudah cukup membuat Wolfsburg tercebur ke dalam ancaman degradasi.  Semuanya akibat performa buruk di awal musim.

***

Sempat beredar rumor bahwa kasus kecurangan uji emisi yang menimpa Volkswagen di pertengahan 2015 akan mempengaruhi kiprah Wolfsburg, terutama dalam aspek finansial. Hanya saja, bila melihat dana yang dikeluarkan dalam bursa transfer, anggapan itu tampaknya bisa dikesampingkan.

630152006
Mario Gomez, gol-golnya dibutuhkan untuk menyelamatkan Wolfsburg dari degradasi.

Namun kondisi klub musim ini memang bisa dibilang gawat, setidaknya dari segi mental dan kualitas permainan. Mereka kalah sebanyak 17 kali dari 12 tim yang berbeda. Bahkan hanya Eintracht Frankfurt satu-satunya tim yang tak bisa mencetak gol ke gawang mereka. Catatan gol mereka musim ini pun merupakan nomor dua terburuk di Bundesliga, yaitu hanya 34 gol. Bandingkan dengan raihan Pierre-Emerick Aubameyang yang menjadi top skorer Bundesliga dengan 31 gol.

Bayangkan, semua catatan buruk itu dibuat oleh klub yang musim lalu berhasil menyingkirkan Manchester United di Liga Champions dan hampir membungkam Real Madrid.

Sekarang, satu-satunya cara agar semua catatan negatif itu dimaafkan suporter adalah dengan mengalahkan Braunschweig di play-off promosi/degradasi nanti. Bila Wolfsburg masih ingin melanjutkan kiprah di Bundesliga, sebaiknya mereka melakukan hal tersebut.

 

Update : Akhirnya Wolfsburg berhasil bertahan di Bundesliga setelah mengalahkan Braunschweig dengan agregat 2-0.

Images : getty images, espnfc

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s