Upaya Melestarikan Tradisi ItalJuve

Memiliki julukan sebagai La Fidanzata D’Italia (kekasih Italia) merupakan sebuah kehormatan bagi Juventus. Sebutan itu diperoleh berkat luasnya dukungan masyarakat negeri pizza tersebut untuk klub terbaik di Italia ini, yang tersebar mulai dari utara, lokasi kota Turin (markas Juventus) berada, hingga selatan peninsula.

Bila kita melihat dari sudut pandang yang lain, kita juga akan menemukan bahwa ada hubungan erat antara Juventus dan timnas Italia. Ya, sebagai klub yang berprestasi di Italia, tentu wajar bila banyak pemain Juventus asal Italia yang dipanggil untuk memperkuat Gli Azzurri dalam pertandingan internasional.

Bahkan, keberadaan mereka di timnas Italia cukup vital karena sering menjadi tulang punggung tim. Prestasi-prestasi yang diraih Italia pun tak lepas dari peran punggawa Bianconeri mengingat Juventus adalah satu-satunya tim yang selalu menyumbangkan pemainnya ke timnas Italia di setiap kompetisi yang mereka ikuti, baik Piala Dunia, Piala Eropa, ataupun Piala Konfederasi.

Akhirnya muncul istilah untuk menyebut kondisi ini, salah satunya adalah ItalJuve. Bahkan ada sebuah teori yang menyebut bahwa menurunnya Juventus akan berakibat pula pada melempemnya prestasi timnas Italia. Sejauh ini, teori tersebut cukup banyak dipercaya oleh para suporter Gli Azzurri.

Simbiosis mutualisme Bianconeri dan Gli Azzurri

Total ada 22 pemain Juventus yang berjasa dalam 4 gelar Piala Dunia yang diraih Italia, termasuk diantaranya adalah Dino Zoff, Paolo Rossi, Alessandro Del Piero, dan Gianluigi Buffon. Jumlah tersebut merupakan yang terbanyak diantara klub lainnya.

Selain itu, sebanyak 3 orang pemain Juventus ikut dalam skuad Gli Azzurri yang meraih Piala Eropa 1968. Saat Italia menyabet medali emas cabang sepakbola di Olimpiade 1936 (saat itu cabang sepakbola masih memakai timnas senior) pun Juventus menyumbangkan dua orang pemain.

Saat memenangi Piala Dunia 2006, Juventus menyumbang 5 pemain, yaitu Alessandro Del Piero, Gianluigi Buffon, Mauro Camoranesi, Fabio Cannavaro, dan Gianluca Zambrotta. Bahkan dalam skuad tahun 2006 tersebut ada 8 orang lainnya yang pernah atau nantinya membela Si Nyonya Tua.

8M2SNO4K00CO0005
Italia di Piala Dunia 2006. 8 dari 11 orang pernah bermain untuk Juventus.

Filippo Inzaghi, Simone Perrotta, dan Angelo Peruzzi pernah bermain di Juventus sebelum Piala Dunia 2006, sedangkan Andrea Pirlo, Andrea Barzagli, Luca Toni, Vincenzo Iaquinta, dan Fabio Grosso direkrut beberapa tahun setelah itu.

Dari sini, kita bisa melihat dua hal yang menarik. Pertama, bahwa pemain-pemain Juventus cukup banyak yang dipanggil Gli Azzurri. Wajar toh, mereka klub besar di Italia. Kedua, Juventus pun punya minat yang besar pada pemain-pemain klub lain yang bermain untuk Gli Azzurri.

Memang, manajemen Juventus tidak bisa sembarang comot pemain timnas Italia. Harus ada penyesuaian dengan kebutuhan taktik pelatih Juventus dan kerelaan klub rival untuk melepas pemainnya.

Namun pemilihan pemain incaran yang menuju pada para punggawa Gli Azzurri menandakan mereka mencari pemain yang berkualitas. Lagipula, Juventus adalah klub yang selalu menjaga agar ‘rasa Italia’ mereka tetap terjaga, meski saat ini starting line-up Bianconeri lebih banyak diisi stranieri (pemain asing), terutama sektor gelandang dan penyerang.

Untuk musim 2017/18, Juventus pun kembali memperkuat skuad mereka dengan merekrut beberapa pemain berkualitas, seperti Wojciech Szczesny, Douglas Costa, dan Rodrigo Bentancur. Tak lupa, tradisi ItalJuve pun mereka lestarikan dengan merekrut Mattia De Sciglio dari AC Milan dan (kemungkinan besar) Federico Bernardeschi dari Fiorentina.

42836BD400000578-4714290-Mattia_De_Sciglio_signs_a_five_year_contract_at_Juventus_alongsi-a-79_1500553870757
Ternyata De Sciglio menyukai seragam bermotif garis-garis.

Sesuai kebutuhan Allegri

Sebenarnya, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, perekrutan pemain-pemain ini dilakukan sesuai dengan kebutuhan taktikal pelatih Juve, Max Allegri. Fleksibilitas De Sciglio bermain di dua sisi sayap tentu menjadi salah satu alasan Allegri mau merekrutnya, disamping Allegri sudah mengenal gaya bermainnya sejak ia masih melatih Milan.

Kelebihan lainnya, De Sciglio sudah fasih bermain dalam formasi 3 bek maupun 4 bek berkat pengalamannya di timnas Italia, sehingga adaptasi diperkirakan tak akan terlalu sulit. Ia bisa menjadi andalan Juventus terutama di sayap kanan, melebihi Lichtsteiner ataupun Juan Cuadrado. Bila Alex Sandro, Douglas Costa, atau bahkan Mario Mandzukic absen di sisi kiri, ia pun bisa menutupinya. Kekurangan De Sciglio sejauh ini adalah ketidakmampuannya mencetak gol.

Demikian halnya dengan Bernardeschi. Seperti De Sciglio, ia banyak beroperasi di sektor kanan sebagai winger. Namun ia pun juga bisa bermain di sisi kiri mengingat ia adalah seorang left-footed player. Selain itu, ia juga bisa bermain di posisi gelandang serang, second striker, ataupun memerankan posisi playmaker.

Sebagai pemain di era modern, Bernardeschi sesuai dengan kebutuhan Allegri. Teknik bermainnya pun mengagumkan, mulai dari dribel, cut-inside, hingga positioning yang baik.

7b78da54f3af5fb264ae37d86aa046a5-06541-1440419296
Mulai musim depan, duel mereka berdua seperti ini mungkin hanya terjadi saat latihan.

Bernardeschi juga diberkahi visi bermain dan stamina yang baik sehingga bisa menjadi pemain yang versatile. Selain itu, ia memiliki kemampuan menendang jarak jauh, baik dalam open play ataupun tendangan bebas, yang tak jarang menjadi gol.

Meskipun ia belum punya pengalaman yang cukup untuk bermain di level kejuaraan yang bergengsi, saat ini Bernardeschi merupakan salah satu pemain yang diperkirakan memiliki masa depan cerah di Gli Azzurri. Wajar jika Juventus menginginkannya.

Memang, ia belum resmi menjadi pemain Juventus layaknya De Sciglio. Namun, kabarnya Bernardeschi sudah meninggalkan pemusatan latihan Fiorentina untuk menjalani tes medis di Turin.

Selain itu, sebuah cuitan Claudio Marchisio di twitter yang mengucapkan ‘selamat datang di Juventus’ kepada Bernardeschi menjadi sinyal kuat bahwa ia akan segera bergabung dengan Juventus. Menurut ESPN, diperkirakan ia akan diresmikan pada Senin (24/7) mendatang.

marchisio
Sambutan Marchisio untuk Bernardeschi.

***

Kedatangan De Sciglio dan Bernardeschi (bila jadi) tentu menambah daya tempur Juventus untuk mengarungi musim 2017/18. Apalagi keduanya masih berusia muda, dan bisa menjadi bagian rencana jangka panjang Juventus.

Bergabungnya mereka ke Juventus pun semakin menambah kental nuansa ItalJuve dalam tubuh Bianconeri. Sebuah hal yang bagus mengingat para pemain Juventus di timnas Italia banyak yang umurnya sudah berkepala tiga. Ditambah lagi dengan kepindahan Leoardo Bonucci ke Milan. Nama-nama seperti Buffon, Marchisio, Barzagli, dan Giorgio Chiellini sudah seharusnya memiliki penerus.

Bila De Sciglio, Bernardeschi, dan para punggawa ItalJuve lainnya bisa membantu Juventus meraih banyak gelar musim ini, bisa saja hal ini akan berdampak bagus untuk timnas Italia dalam usaha mereka meraih gelar Piala Dunia tahun depan di Rusia.

Apalagi bila pemain-pemain Juventus yang dipanggil semakin banyak, tentu ada sisi positif yang bisa diberikan kepada timnas Italia, mulai dari kekompakan permainan hingga mental juara. Mereka bisa membantu membuat teori ‘Jika Juve bagus, Italia pun akan bagus’ yang ada di awal tulisan menjadi kenyataan. Mari sama-sama menanti bagaimana hasilnya.

*Bernardeschi akhirnya benar-benar resmi pindah ke Juventus pada 24 Juli 2017 lalu.

Photo : juventus.com, @IFTVofficial, tuttomercatoweb, sports.163.com

 

Advertisements

2 thoughts on “Upaya Melestarikan Tradisi ItalJuve

  1. Dilihat dari pergerakan di bursa transfer musim ini kayaknya gaya main Juve akan sedikit berubah musim depan. Keluarnya Bonucci dan Alves serta kedatangan Costa dan Bernardeschi mungkin akan membuat Juve lebih bertumpu pada lini depan.

    Satu hal yang disayangkan adalah kenapa Caldara nggak jadi ditarik dari masa peminjamannya di Atalanta. Ngeri juga liat pertahanan Juve musim depan, terutama kalau Benatia dan Barzagli cedera.

    Liked by 1 person

    1. Bener, gaya main bakal beda kayaknya. Kalopun sama mungkin yg main long ball kaya bonucci/pirlo jadi si khedira/pjanic/marchisio.

      Tp sayapnya lebih bagus dari musim kemarin. Ga perlu lagi mindahin mandzukic ke sayap. Terus sektor sayap lebih banyak pilihan dan kualitasnya lebih baik secara fisik karena yg dateng muda2 semua.

      Bek tengah sekarang cuma 4 mas haha, kayaknya bakal beli 1 lagi deh. Masih ada waktu sebulan buat nyari bek hehe.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s